Warisan Budaya Tak Benda

Miss Youth Indonesia Ajak Generasi Muda Mencintai Tari Topeng Kaliwungu Lumajang

Reporter : Redaksi
Miss Youth Indonesia 2025, Jollene Ferischea bersama dengan penari Festival Segoro Topeng Kaliwungu yang digelar di Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang.

Lumajang - Suasana Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang, terasa semakin semarak saat Festival Segoro Topeng Kaliwungu digelar beberapa waktu lalu. Di tengah kemeriahan pertunjukan budaya itu, kehadiran Miss Youth Indonesia 2025, Jollene Ferischea, menjadi perhatian sekaligus membawa semangat baru bagi pelestarian seni tradisi.

Bagi remaja asal Surabaya tersebut, festival ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti Festival Segoro Topeng Kaliwungu setelah sebelumnya hadir sebagai Miss Youth Jawa Timur. Momentum tersebut dimanfaatkannya untuk menutup masa libur sekolah dengan kegiatan yang sarat nilai budaya.

"Partisipasi saya bertujuan untuk menggiatkan remaja selama libur sekolah dalam melestarikan budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa Timur," ujar Jollene, Senin (13/7).

Di balik setiap gerakan Tari Topeng Kaliwungu tersimpan kisah panjang yang lahir dari lereng selatan Gunung Semeru, tepatnya di Desa Kaliwungu, Kecamatan Tempeh, Lumajang. Kesenian ini merupakan perpaduan tradisi tari topeng Klathak yang dibawa seniman Madura Mbah Sanemo dengan kelembutan gerak tari Jawa, menghasilkan tarian yang khas dan penuh makna.

Warisan budaya tersebut terus dijaga secara turun-temurun oleh para maestro, termasuk Mbah So, hingga akhirnya ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Setiap topeng dan gerakannya mencerminkan nilai keberanian, kebijaksanaan, persatuan, serta penghormatan terhadap kearifan lokal.

Jollene berharap keterlibatannya dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mengenal sekaligus mencintai budaya daerah. Menurutnya, kekayaan budaya yang berpadu dengan pesona alam menjadi modal besar bagi kemajuan pariwisata Jawa Timur.

"Jawa Timur memiliki potensi wisata alam yang luar biasa, mulai dari pantai hingga gunung, ditambah partisipasi aktif masyarakat yang mendorong tumbuhnya sektor kreatif. Inilah daya tarik yang mampu memikat wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara," tuturnya.

Sebelum menghadiri festival, Jollene juga berkesempatan berdialog dengan Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar, di Pendopo Arya Wiraraja. Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyampaikan optimisme bahwa Lumajang kini semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Menurut Indah, pesona Tumpak Sewu, Teras Semeru, air terjun, hingga destinasi baru Sumber Telu telah menarik perhatian wisatawan, termasuk dari mancanegara. Ia berharap semakin banyak tokoh muda yang ikut memperkenalkan keindahan alam dan budaya Lumajang sehingga daerah ini terus berkembang sebagai tujuan wisata yang membanggakan. (red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru