Ekonomi Sekarkijang

OJK Jember: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Solid, Kredit dan Investasi Meningkat Positif

Reporter : Babun Wahyudi
Media Breafing OJK bersama PWI dan IJTI se-Sekarkijang

Lumajang — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember merilis perkembangan kinerja perekonomian dan sektor jasa keuangan wilayah Sekarkijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, Lumajang) per posisi 31 Juli 2026. Data menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tetap solid, pertumbuhan penyaluran kredit, lonjakan investor pasar modal, serta tantangan kualitas aset dan penipuan keuangan yang perlu diwaspadai.
 
Ekonomi Semua Kabupaten Tumbuh di Atas 5%

Pada Triwulan II 2026, seluruh kabupaten di wilayah Sekarkijang mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5%. Banyuwangi memimpin dengan 6,09%, disusul Jember 5,90%, Bondowoso 5,83%, Lumajang 5,68%, dan Situbondo 5,24%. Semua melampaui pertumbuhan Jawa Timur (5,72%) dan nasional (5,29%).

Baca juga: Gandeng BRIN, Anggota DPR RI Nur Purnamasidi Gelar Bimtek Strategi Media Sosial untuk UMKM di Lumajang

Berdasarkan data tahun 2025, Banyuwangi menjadi daerah dengan kinerja terbaik: pertumbuhan tertinggi 5,65%, PDRB per kapita terbesar Rp67,08 juta, dan tingkat kemiskinan terendah 6,13%. Sementara Bondowoso dan Situbondo masih menghadapi tantangan kemiskinan relatif tinggi, masing-masing 12,20�n 11,17%.
 
Perbankan: Kredit Tumbuh, Likuiditas Kuat, NPL Perlu Perhatian

- Total kredit bank umum: Rp63,67 triliun, naik 4,16% (yoy). Lumajang mencatat pertumbuhan kredit tertinggi 5,88%, diikuti Banyuwangi 9,94%, Jember 2,51%, Bondowoso 1,78%. Situbondo turun 5,38%.
- Kredit investasi naik 19,73%, kredit konsumsi 3,82%, namun kredit modal kerja turun 0,47%.
- DPK (simpanan) tumbuh 19,38% menjadi Rp58,04 triliun — jauh lebih kuat dari pertumbuhan kredit. LDR mencapai 109,70%.
- NPL gabungan 6,77% — Situbondo tertinggi 29,87% akibat kredit korporasi bermasalah.
- BPR: Kredit tumbuh 1,28% menjadi Rp2,58 triliun, NPL 14,22% menjadi perhatian.
- KUR: Tumbuh 7,27% menjadi Rp9,64 triliun. Lumajang memimpin kenaikan 19,35%, Situbondo 16,09%, Banyuwangi 11,59%.
 
Pasar Modal: Lumajang Pertumbuhan Investor Tertinggi

Jumlah investor pasar modal wilayah Sekarkijang melonjak 78,70% (yoy) menjadi 470.547 SID. Lumajang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 102,63%, disusul Situbondo 102,34%. Hal ini menunjukkan minat masyarakat yang semakin tinggi, namun OJK mengingatkan perlunya penguatan literasi agar investasi dilakukan dengan pemahaman yang memadai.
 
Produk Emas Melesat, Penipuan Keuangan Tetap Mengintai

Baca juga: Nilai Manfaat PIP Dinilai Tak Relevan, Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Naikkan Indeks Bantuan

- Cicil emas naik 157,81% menjadi Rp430 miliar; tabungan emas naik 60,55% menjadi 277.009 gram.

- IASC (Indonesia Anti-Scam Centre): Sejak November 2024–Juli 2026, wilayah Sekarkijang mencatat 9.399 laporan penipuan. Jember 3.545 laporan, Banyuwangi 3.314, Lumajang 445 laporan. Modus terbanyak: belanja online palsu, mengaku pihak berwenang, investasi bodong. Dana berhasil dikembalikan ke korban secara nasional mencapai Rp204,3 miliar

- SLIK Optimalisasi berlaku 1 Juli 2026: pembaruan data paling lambat 3 hari kerja setelah pelunasan, untuk mempermudah akses kredit masyarakat.

Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Ikuti Sekarkijang QRIS Run 5K, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Penguatan UMKM Lokal

Arah Kebijakan

OJK menegaskan fokus ke depan: mendorong penyaluran kredit produktif ke UMKM (porsi kredit UMKM baru 42,8%), penguatan manajemen risiko dan penurunan NPL, memperluas literasi keuangan, serta mengoptimalkan peran IASC dan SLIK guna melindungi masyarakat dari penipuan sekaligus mempermudah akses pembiayaan.
 
"Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, namun pemerataan kesejahteraan dan penurunan kemiskinan antarwilayah masih perlu ditingkatkan. Kredit produktif ke sektor riil dan UMKM harus didorong agar manfaat pertumbuhan dirasakan lebih luas." — OJK Kantor Jember.(Red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru