Lumajang – Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menegaskan bahwa pendekatan humanis dan empati menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian di tengah masyarakat. Hal itu tercermin dalam penyelesaian insiden kecelakaan yang melibatkan seorang pelajar dan anggota polisi wanita (Polwan) saat pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2026 di kawasan Alun-alun Lumajang.
Baca juga: 12 Pelajar SMP Terjaring Penertiban, Satlantas Lumajang Ingatkan Bahaya Berkendara di Bawah Umur
Dalam kejadian tersebut, anggota Satlantas Polres Lumajang, Aiptu Rima Mayangga Rivasari, tertabrak sepeda motor saat sedang melakukan pengaturan lalu lintas. Akibat kejadian itu, korban terjatuh dan mengalami luka ringan.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menjelaskan, peristiwa tersebut menjadi momentum bagi kepolisian untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya pengendara, agar lebih mengutamakan keselamatan dan tertib berlalu lintas.
Menurutnya, tugas Polri tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan kemanusiaan melalui edukasi, empati, dan kepedulian terhadap masyarakat.
“Dalam kejadian ini, kami memberikan edukasi kepada pengendara yang menabrak anggota kami. Ini merupakan wujud bahwa Polri hadir bukan hanya untuk melakukan penegakan hukum, tetapi juga memberikan pendekatan yang humanis dan penuh empati,” jelas AKBP Riki Yariandi.
Baca juga: Satlantas Lumajang Bagikan Cokelat, Apresiasi Orang Tua yang Pastikan Anak Pakai Helm
Ia menambahkan, sikap saling memaafkan merupakan bentuk kebesaran hati dan nilai kemanusiaan yang perlu dikedepankan dalam menyikapi suatu peristiwa.
Anggota yang menjadi korban pun telah memaafkan pelajar tersebut. Penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan setelah pelajar yang bersangkutan datang ke Mapolres Lumajang bersama orang tua.
“Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Memaafkan merupakan bentuk kebesaran jiwa dan empati kemanusiaan. Polri harus mampu hadir di tengah masyarakat, membangun kedekatan, serta menunjukkan bahwa polisi dan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan,” ujarnya.
Baca juga: Lepas Atlet POPDA dan PEPARPEDA 2026, Bunda Indah Tantang Lumajang Raih 10 Medali Emas
Kapolres berharap, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang menggunakan kendaraan bermotor.
Melalui pendekatan yang humanis, Polres Lumajang berkomitmen untuk terus membangun kepercayaan masyarakat dan mewujudkan kehadiran Polri yang tidak hanya tegas dalam penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan (Red).
Editor : Redaksi