BPBD Lumajang

Belajar dari Longsor Pronojiwo, Lumajang Perkuat Kesiagaan Hadapi Musim Hujan

Reporter : Indana Zulfa
Antisipasi Ancaman Longsor, Pemkab Lumajang Siapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi

Lumajang  – Ancaman tanah longsor dan bencana hidrometeorologi akibat meningkatnya intensitas hujan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lumajang. Menghadapi potensi risiko selama musim hujan, pemerintah daerah mulai memperkuat langkah kesiapsiagaan melalui penyiapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.

 

Baca juga: Bunda Indah Terima Wilwatikta Awards 2026, Lumajang Diganjar Penghargaan Lompatan Pertumbuhan Ekonomi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang saat ini tengah memproses pengajuan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait penetapan status tersebut. Langkah ini diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat mitigasi sekaligus mempercepat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan penetapan status siaga darurat merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan bencana selama musim hujan.

 

“Pihak Pemda Lumajang melalui BPBD segera menetapkan siaga darurat bencana hidrometeorologi sebagai langkah mitigasi dan langkah percepatan penanganan lintas sektor,” jelasnya, Sabtu (31/10/2026).

 

Menurut Isnugroho, kondisi cuaca selama musim hujan perlu diantisipasi secara serius karena berpotensi memicu berbagai bencana, mulai dari tanah longsor hingga kejadian hidrometeorologi lainnya.

 

Salah satu peristiwa yang menjadi perhatian adalah tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo. Kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis rawan pergerakan tanah.

 

Baca juga: Lantik Pengurus PPDI, Bunda Indah Minta Perangkat Desa Utamakan Kepentingan Masyarakat

BPBD Lumajang secara khusus mengingatkan masyarakat yang tinggal di kawasan lereng bukit, tebing, maupun wilayah dengan tingkat kemiringan tanah ekstrem agar lebih berhati-hati saat hujan deras mengguyur dalam durasi panjang.

 

“Warga diminta waspada, utamanya mereka yang bertempat tinggal di lereng bukit atau tanah dengan kemiringan ekstrem,” pesannya.

 

Selain meningkatkan kewaspadaan terhadap intensitas dan durasi hujan, masyarakat juga diminta mencermati perubahan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal. Munculnya retakan tanah, perubahan pada tebing, maupun tanda-tanda pergerakan tanah perlu menjadi perhatian karena dapat mengindikasikan potensi longsor.

 

Baca juga: Bunda Indah Salurkan BLT DBHCHT 2026, Ribuan Buruh Tani hingga Korban Erupsi Jadi Sasaran

Jika kondisi lingkungan menunjukkan tanda-tanda bahaya, warga di kawasan rawan diimbau segera menjauh dari lokasi berisiko dan mengikuti arahan petugas kebencanaan.

 

Kesiapsiagaan pemerintah melalui penguatan koordinasi lintas sektor perlu berjalan beriringan dengan kewaspadaan masyarakat. Sebab, upaya mengurangi risiko bencana tidak hanya bergantung pada kecepatan penanganan, tetapi juga pada kemampuan mengenali potensi bahaya sejak dini.

 

Melalui penyiapan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Lumajang berharap langkah antisipasi dan penanganan dapat dilakukan lebih terkoordinasi sehingga risiko bencana serta dampaknya terhadap keselamatan masyarakat dapat diminimalkan (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru