Lumajang (lumajangsatu.com) - Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Lumajang menggelar aksi demo di depan Pemkab. Demo yang dilakukan untuk memperingati satu tahun gugurnya Salim Kancil yang menolak tambang pasir pesisir selatan.
Aksi nyaris ricuh, karena mahasiswa yang hendak masuk ke kantor Pemkab dihalangi oleh polisi dan Satpol PP. Namun, kericuhan bisa direda karena kedua belah pihak bisa ditenagkan dan mahasiswa kembali melakukan orasinya.
Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029
PMII Lumajang meminta Bupati untuk keluar dan menemuai mahasiswa yang ingin menyampikan aspirasinya. "Kami hanya ingin ketemu pak bupati, kami ingin mennyampikan aspirasi kami atas persoalan Lumajang khusunya tambang pasir," ujar Khoirul Anwar, ketua Cabang PMII Lumajang, Senin (26/09/2016)
Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP
Pantauan lumajangsatu.com, Bupati Lumajang As'at Malik sejak pagi sudah tidak ada dikantor Pemkab. Sebab, bupati menghadiri upcara pembukaan wawasan kebangsaan dan pembentukan kader bela negara SLTA di Stadion Semeru. Usai cara tersebut, bupati dijadwalkan menhadiri rapat paripurna di gedung DPRD Lumajang.(Yd/red)
Editor : Redaksi