Lumajang (lumajangsatu.com) - Lahan tebu yang diduga sering digunakan oleh Maling sapi menyimpan hasil kejahatanya. Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban mengapresiasi langkah pemakain drone untuk salah satu upaya baru memburu dan mencari sapi curian warga.
"bersyukur ditemukannya sapi yag hilang dengan menggunakan drone," ungkap Arsal pada wartawan, Senin (28/1/2019).
Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa
Menurut dia, Lahan tebu di Lumajang mencapai ribuan hektar dan sangat rimbun. sehingga sangat sulit mencari sapi yang disembunyikan didalam rimbunan pohon tebu.
"penggunaan Drone untuk mencari sapi yang disembunyikan didalam rimbunan hutan tebu adalah hal baru," jelasnya.
BACA JUGA : Drone Diskominfo Lumajang Temukan Sapi Warga Pasirian Dicuri Maling
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
Polres Lumajang akan melakukan kembangkan pemanfaatn drone untuk membantu mencari jejak-jejak sapinyang dicuri.
"Setelah ada rantai, satgas keamanan dan garasi sapi, Drone bisa jadi solusi," terang Arsal.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
Dihimpun di Mapolres Lumajang, kebun tebu diperkirakan dijadikan tempat paling aman bagi pelaku pencurian hewan untuk menyebunyikan hasil curian. Karena, lahan yang sangat luas dan sulit dijangkau bila belum ditebang.
Kayaknya, penggunaan drone banyak yang setuju nih. (res/ls/red)
Editor : Redaksi