Sidak Dapur

Bupati Lumajang Sidak Dapur MBG, SOP dan Pengelolaan Limbah Jadi Sorotan

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengelolaan limbah dan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pengelolaan limbah dan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) secara ketat dalam penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal sekaligus menjaga aspek kesehatan dan kelestarian lingkungan.

 

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lumajang, **Indah Amperawati**, saat meninjau sejumlah dapur SPPG di wilayah Kabupaten Lumajang, Kamis (5/3/2026).

 

Dalam peninjauan itu, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menekankan bahwa pengelolaan dapur harus dilakukan secara tertib, disiplin, dan sesuai standar yang telah ditetapkan.

 

“Program pemenuhan gizi harus dijalankan dengan tata kelola yang baik. Karena itu, setiap SPPG harus memastikan seluruh SOP diterapkan secara maksimal, termasuk dalam pengelolaan limbah,” tegasnya.

 

Sebagai bagian dari upaya penyempurnaan pengelolaan, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga melakukan penyesuaian operasional sementara pada salah satu dapur SPPG milik Yayasan Oda Masa Depan Utama di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah evaluasi guna meningkatkan kualitas pengelolaan dapur.

 

Sebelumnya, pemerintah daerah telah menurunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan lapangan sekaligus memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan, terutama terkait sistem pengolahan limbah. Evaluasi lanjutan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengelolaan berjalan sesuai standar yang berlaku.

 

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Karena itu, dilakukan penyesuaian operasional sementara sambil menunggu penyempurnaan instalasi pengolahan limbah,” jelas Bunda Indah.

 

Hasil pengecekan teknis menunjukkan bahwa sistem pengelolaan limbah masih memerlukan penyempurnaan agar memenuhi parameter kualitas air berdasarkan indikator Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD).

 

BOD mengukur jumlah oksigen yang dibutuhkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik dalam air limbah, sedangkan COD mengukur total kebutuhan oksigen untuk proses oksidasi bahan organik maupun anorganik secara kimiawi. Pengelolaan yang sesuai standar diperlukan agar kualitas air limbah tetap terjaga sebelum dialirkan ke lingkungan.

 

Bunda Indah menegaskan, langkah evaluasi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas pelaksanaan program sekaligus memastikan pengelolaannya semakin baik.

 

“Ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar seluruh fasilitas pengolahan limbah dapat berfungsi optimal dan sesuai standar,” tegasnya.

 

Sebagai bagian dari koordinasi program nasional, Pemerintah Kabupaten Lumajang juga akan melaporkan perkembangan tersebut kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi dan penguatan pelaksanaan program MBG di daerah.

 

Menurut Bunda Indah, evaluasi berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas program sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

 

“Program ini sangat penting bagi masyarakat. Karena itu, kami ingin memastikan pelaksanaannya berjalan baik, tertib, dan memberikan manfaat yang maksimal,” pungkasnya.

 

Melalui penguatan pengawasan, evaluasi berkala, serta kepatuhan terhadap SOP, Pemerintah Kabupaten Lumajang optimistis program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat (Red).