Bhayangkari

Polres Lumajang Survei Lahan Kritis di Senduro, Siapkan Aksi Penghijauan Hari Bhayangkari 2026

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Petugas Polres Lumajang bersama pengurus Bhayangkari dan pihak terkait meninjau kondisi lahan di kawasan Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dalam rangka survei lokasi penghijauan
Petugas Polres Lumajang bersama pengurus Bhayangkari dan pihak terkait meninjau kondisi lahan di kawasan Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, dalam rangka survei lokasi penghijauan

Lumajang – Menyambut Hari Bhayangkari 2026, jajaran Polres Lumajang mulai mematangkan persiapan dengan melakukan survei lahan kritis di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Sabtu (28/9/2026).

 

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Lumajang, Ririn Suwarno, bersama pengurus Bhayangkari Cabang Lumajang dan sejumlah pihak terkait. Turut hadir anggota Polsek Senduro Aiptu Agus Salim H, perwakilan TNBTS Totok, serta pengelola Bumi Perkemahan Glagah Arum, Hasan.

 

Dua lokasi menjadi fokus peninjauan, yakni Bumi Perkemahan Glagah Arum di Desa Kandangtepus dan Blok Penampungan di Desa Argosari. Kedua kawasan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk program penghijauan sekaligus pemulihan lahan kritis.

 

Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang, Suprapto, mengatakan survei ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan lokasi kegiatan lingkungan dalam rangka Hari Bhayangkari.

 

“Survei ini penting agar program penghijauan tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, lahan di Blok Penampungan Desa Argosari yang akan dimanfaatkan mencapai sekitar 20 hektare. Sementara itu, Bumi Perkemahan Glagah Arum memiliki luas sekitar 4 hektare.

 

Kedua lokasi tersebut direncanakan menjadi pusat kegiatan penanaman pohon dan rehabilitasi lahan yang melibatkan Bhayangkari, kepolisian, serta berbagai instansi terkait.

 

Melalui program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan semakin meningkat, sekaligus menekan laju kerusakan lahan di wilayah Senduro (Red).