Pastikan tepat sasaran
Kelangkaan LPG 3 Kg Kian Parah, Polisi Turun Tangan! Distribusi Diduga Tersendat dan Tak Tepat Sasaran
Lumajang – Krisis LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Lumajang makin memicu keresahan warga. Di tengah keluhan masyarakat soal gas melon yang sulit didapat, jajaran Polres Lumajang bergerak cepat melakukan inspeksi besar-besaran ke agen, pangkalan, hingga SPBE di sejumlah wilayah.
Pengecekan dilakukan serentak oleh Polsek Pasirian, Kunir, Pronojiwo, Lumajang Kota, dan Senduro. Polisi memburu akar persoalan di balik langkanya LPG subsidi yang selama ini disebut-sebut tidak lagi tepat sasaran.
Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi Pidm Si Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menegaskan, pihaknya tak akan tinggal diam jika ditemukan permainan distribusi maupun dugaan penimbunan.
“Pengecekan ini kami lakukan untuk memastikan distribusi LPG 3 kg berjalan lancar dan tidak ada penyimpangan. Masyarakat harus tetap mendapatkan haknya,” tegas Ipda Suprapto.
Di Kecamatan Pasirian, polisi menemukan SPBE PT Perindo di Desa Madurejo masih menerima pasokan rutin hingga 50 ton per hari dari Pertamina. Namun ironisnya, distribusi ke sejumlah wilayah ternyata belum merata. Dua agen besar, CV Garuda Gas Nusantara dan CV Selaras Jaya, ikut diperiksa untuk menelusuri penyebab gas bersubsidi masih sulit diperoleh warga.
Kondisi lebih memprihatinkan ditemukan di Pronojiwo. Dari hasil sidak di pangkalan, petugas mendapati 196 tabung kosong dan hanya tersisa 8 tabung berisi. Meski distribusi harian diklaim mencapai 90 sampai 110 tabung, kenyataannya stok di lapangan nyaris habis. Harga jual juga sudah mencapai Rp18.000 per tabung.
Sementara di Kecamatan Lumajang, polisi bersama Forkopimca menemukan fakta bahwa keterlambatan distribusi sudah terjadi sejak tiga minggu sebelum Lebaran. Akibatnya, tabung kosong menumpuk di agen, sementara pengiriman disebut turun hingga 20 persen dibanding kondisi normal.
Di SPBE Jalan Lintas Timur Jogotrunan, stok sebenarnya masih tercatat mencapai 50 metrik ton. Namun antrean panjang untuk pengisian membuat distribusi ke agen dan pangkalan tersendat. Akibatnya, warga tetap kesulitan mendapatkan LPG 3 kg meski stok disebut tersedia.
Masalah serupa juga ditemukan di Kunir. Polisi mengungkap kuota pengiriman yang terbatas membuat pangkalan hanya menerima pasokan seminggu sekali. Kondisi diperparah karena tidak ada pengiriman saat hari libur nasional dan tanggal merah.
Yang paling mencengangkan terjadi di wilayah Senduro. Saat dilakukan pengecekan, seluruh tabung di agen milik Choirul Hidayat dan Sugito Dadang ditemukan dalam kondisi kosong total. Polisi menduga tingginya permintaan dari luar daerah menjadi salah satu penyebab LPG subsidi di Senduro ludes diserbu pembeli.
Polres Lumajang memastikan pemantauan akan terus dilakukan. Polisi juga mengingatkan, LPG 3 kilogram adalah barang subsidi yang seharusnya hanya digunakan oleh masyarakat yang berhak.
“Kalau ditemukan ada penimbunan atau penyalahgunaan, kami pastikan akan ditindak tegas sesuai hukum,” tandas Ipda Suprapto.
Kini masyarakat berharap sidak dan pengawasan tersebut tidak berhenti sebatas formalitas. Sebab selama distribusi masih kacau dan stok terus menipis, kelangkaan LPG 3 kg akan tetap menjadi ancaman nyata bagi warga Lumajang (Red).
Editor : Redaksi