Komitmen Bupati Lumajang

Dari Janji ke Aksi: Bupati Lumajang Hadir dengan Komitmen Nyata, Pangkalan LPG Nakal Ditindak Tegas

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Bunda Indah saat dilakukan wawancara khusus
Bunda Indah saat dilakukan wawancara khusus

Lumajang – Bukan sekadar simbol, bukan pula sekadar kenangan masa kampanye. Pakaian yang dulu dikenakan saat mencalonkan diri kini kembali dipakai oleh Indah Amperawati sebuah penegasan bahwa janji kepada rakyat bukan untuk dilupakan, melainkan untuk ditepati.

Di bawah terik siang Desa Jarit, Bupati Lumajang itu berdiri tegak. Tatapannya tajam, sikapnya tak tergoyahkan. Ia hadir langsung di tengah persoalan yang mencekik masyarakat: kelangkaan LPG 3 kg yang memicu kepanikan sekaligus kemarahan warga.

Dengan mengenakan atribut yang sarat makna perjuangan, Indah Amperawati seolah mengirim pesan kuat bahwa kepemimpinannya bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus diperjuangkan hingga ke akar persoalan.

Dan hari itu, janji itu diuji.

Sidak yang dilakukan sekitar pukul 11.00 WIB mengungkap fakta mencengangkan. Sebuah pangkalan LPG milik warga setempat terbukti menyimpan stok hingga lebih dari 1.000 tabung, jauh melampaui batas distribusi normal. Di saat yang sama, masyarakat justru kesulitan mendapatkan gas subsidi, bahkan harus membeli dengan harga melambung tinggi.

Tanpa ragu, keputusan diambil. Pangkalan tersebut langsung ditutup.

Tak berhenti di situ, dugaan praktik ilegal berupa pemindahan isi LPG 3 kg ke tabung non-subsidi juga terkuak. Sebuah pelanggaran yang tak hanya melukai aturan, tetapi juga mengkhianati rakyat kecil.

Di hadapan warga dan tim yang mendampingi, Bupati menyampaikan sikap tanpa kompromi.

“Saya berdiri di sini bukan hanya sebagai bupati, tapi sebagai wakil rakyat. Apa yang saya pakai hari ini adalah pengingat bahwa saya pernah berjanji. Dan saya tidak akan diam melihat masyarakat diperlakukan tidak adil,” tegasnya.

Kalimat itu menggema. Bukan sekadar pernyataan, melainkan peringatan keras bagi siapapun yang mencoba bermain di balik distribusi LPG subsidi.

Pemerintah Kabupaten Lumajang kini mengencangkan pengawasan. SPBE, agen, hingga pangkalan berada dalam radar kontrol ketat. Setiap pelanggaran akan diburu, setiap penyimpangan akan dihentikan.

Momentum di Desa Jarit menjadi lebih dari sekadar penindakan. Ia berubah menjadi panggung pembuktian bahwa kepemimpinan sejati bukan hanya soal kata-kata saat kampanye, tetapi keberanian untuk berdiri tegak, hadir di tengah rakyat, dan bertindak tegas tanpa ragu.

Dan di hari itu, satu pesan menjadi jelas: janji tidak mati ia hidup dalam tindakan (Red).