Cegah Kecurangan

Polsek Kunir Bergerak Senyap, Awasi Distribusi LPG 3 Kg Tak Ada Ruang untuk Penimbun

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Anggota Polsek Kunir awasi distribusi gas LPG 3Kg
Anggota Polsek Kunir awasi distribusi gas LPG 3Kg

Lumajang — Di tengah sorotan tajam terhadap distribusi gas bersubsidi, Polsek Kunir tak tinggal diam. Aparat turun langsung ke lapangan, menyisir pangkalan LPG 3 kilogram demi memastikan tak ada celah bagi praktik curang yang merugikan masyarakat.

 

Sabtu (11/4/2026), dua personel Polsek Kunir melancarkan patroli dialogis ke pangkalan milik Nain di Dusun Pandean, Desa Jatigono. Langkah ini bukan sekadar rutinitas ini adalah pengawasan ketat di titik rawan distribusi “gas melon”.

 

Petugas memeriksa satu per satu: stok tabung, pola distribusi, hingga harga jual ke masyarakat. Hasilnya? Tidak ditemukan pelanggaran. Pangkalan tersebut menerima suplai rutin setiap Senin dan Selasa, dengan total 30 tabung. Harga jual pun masih terkendali di angka Rp18.000 per tabung sesuai ketentuan.

 

Kapolsek Kunir, Muljoko, menegaskan kehadiran polisi bukan sekadar simbol, melainkan benteng pengawasan di tengah potensi krisis energi.

 

“Kami pastikan tidak ada penimbunan atau permainan harga. Semua harus sesuai aturan, tidak boleh ada yang memanfaatkan situasi,” tegasnya.

 

Tak hanya memantau, petugas juga memberi peringatan langsung kepada pemilik pangkalan agar tetap disiplin dalam menetapkan harga sesuai regulasi. Pesannya jelas: jangan coba-coba bermain di wilayah abu-abu.

 

Pengawasan ini dipastikan tidak berhenti di sini. Polsek Kunir akan terus menggencarkan patroli berkala untuk menutup ruang bagi spekulan yang berpotensi memicu kelangkaan.

 

“Polri hadir untuk memastikan masyarakat tidak dirugikan. Kebutuhan dasar seperti LPG subsidi harus aman dan tepat sasaran,” pungkas Muljoko.

 

Di tengah gejolak distribusi LPG di berbagai daerah, Kunir mengirim sinyal kuat pengawasan diperketat, pelanggaran akan disikat (Red)