Gas Subsidi

Forkompimka Padang Bergerak Cepat: Stok LPG 3 Kg Disisir, Ancaman Kelangkaan Diwaspadai

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Tekan Kelangkaan, Distribusi LPG 3 Kg di Padang Diaudit Lapangan
Tekan Kelangkaan, Distribusi LPG 3 Kg di Padang Diaudit Lapangan

Lumajang — Alarm kewaspadaan mulai dibunyikan. Di tengah potensi kelangkaan LPG 3 kilogram, aparat gabungan di Kecamatan Padang tak tinggal diam. Senin (13/4/2026) siang, Polsek Padang bersama Forkompimka turun langsung ke lapangan, menyisir jalur distribusi gas bersubsidi yang menjadi penopang hidup masyarakat kecil.

 

Dipimpin Kapolsek Padang Iptu Buriantoro, operasi pengawasan dimulai pukul 14.30 WIB. Bersama Camat dan Danramil, tim menyasar titik-titik vital: pangkalan LPG di Desa Mojo serta dapur SPPG di Desa Bodang.

 

Di pangkalan milik Mistaseh, fakta di lapangan mengungkap dinamika distribusi yang tak sepenuhnya longgar. Pasokan datang dua kali dalam sepekan, dengan total 170 tabung. Harga dipatok Rp18.000 per tabung—masih dalam koridor wajar.

 

Namun di balik angka itu, tersimpan sinyal waspada.

 

Stok yang tersedia terpantau menipis. Bukan karena tersendatnya pasokan, melainkan tingginya permintaan. Sebagian besar tabung bahkan telah lebih dulu “dikunci” lewat pemesanan konsumen dan pengecer. Jika tak dikendalikan, celah kekosongan bisa terbuka.

 

“Kami turun langsung untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan tepat sasaran, sekaligus mengantisipasi kelangkaan,” tegas Iptu Buriantoro.

 

Langkah berikutnya, tim mengarah ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Bodang. Hasilnya cukup mencolok. Dapur tersebut kini tak lagi bergantung pada LPG subsidi 3 kg. Mereka beralih ke bahan bakar blue gas—langkah yang secara tidak langsung mengurangi tekanan pada distribusi LPG subsidi.

 

Namun persoalan belum sepenuhnya tuntas.

 

Sejumlah kendala teknis masih membayangi, terutama pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih dalam tahap pembenahan dan standardisasi.

 

Meski begitu, secara umum situasi dinyatakan aman dan terkendali.

 

Polsek Padang memastikan pengawasan tidak berhenti di sini. Monitoring akan terus diperketat, koordinasi lintas instansi diperkuat, dan setiap potensi penyimpangan akan dipangkas sejak dini.

 

“Kami pastikan LPG 3 Kg ini tidak disalahgunakan dan benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak,” lanjutnya.

 

Di saat bersamaan, masyarakat diingatkan untuk tidak terpancing kepanikan. Pembelian berlebihan hanya akan memperparah situasi dan membuka ruang kelangkaan yang sebenarnya bisa dicegah.

 

Pesan aparat jelas: distribusi harus tertib, konsumsi harus bijak. Karena di balik tabung hijau 3 kilogram itu, ada stabilitas yang sedang dijaga mati-matian (Red).