Transparan dan Profesional
Pelantikan Pimpinan BAZNAS Lumajang, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan Utama
Lumajang - Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa kepercayaan publik adalah fondasi utama sekaligus taruhan besar dalam pengelolaan zakat. Penegasan itu disampaikan dalam pelantikan pimpinan BAZNAS Kabupaten Lumajang periode 2026–2031 di Panti PKK Lumajang, Selasa (21/4/2026).
Dalam suasana khidmat, Indah mengingatkan bahwa pengelolaan zakat bukan sekadar urusan penghimpunan dan penyaluran dana. Ia menekankan, zakat adalah amanah publik yang hanya dapat dijaga melalui integritas dan transparansi.
“Kepercayaan masyarakat adalah kunci. Tanpa itu, potensi zakat tidak akan pernah optimal,” tegasnya.
Bupati menyoroti posisi strategis BAZNAS sebagai penghubung antara muzaki dan mustahik. Peran tersebut, menurutnya, menuntut profesionalisme tinggi sekaligus komitmen kuat terhadap tata kelola yang bersih dan terbuka.
Ia pun mengingatkan jajaran pimpinan baru agar seluruh proses, mulai dari penghimpunan hingga distribusi, dijalankan secara transparan dan akuntabel guna menjaga kepercayaan masyarakat.
“Setiap rupiah yang dititipkan harus bisa dipertanggungjawabkan. Di situlah kepercayaan dibangun,” ujarnya.
Indah menambahkan, kepercayaan publik tidak lahir secara instan. Dibutuhkan konsistensi kinerja, kepatuhan terhadap aturan, serta integritas yang tidak dapat ditawar.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, yang menyatakan dukungan terhadap penguatan tata kelola zakat sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Momentum ini menjadi awal bagi kepemimpinan baru BAZNAS untuk membuktikan kinerja. Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap, dengan tata kelola yang semakin transparan dan profesional, zakat dapat dioptimalkan sebagai instrumen sosial yang berdampak nyata bagi kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat (Red).
Editor : Redaksi