Konten Positif
Bunda Indah Tantang Generasi Muda: Stop Sensasi, Saatnya Konten Bermoral Kuasai Ruang Digital
Lumajang – Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa penguatan literasi digital tidak lagi berhenti pada kemampuan teknis, melainkan harus menyentuh kesadaran etis dalam menyampaikan informasi. Penegasan itu disampaikan saat membuka Workshop “Ngonten Cerdas, Publikasi Berkualitas” di Aula SMKN 2 Lumajang, Rabu (22/4/2026), yang digelar oleh BEM STIH Jenderal Sudirman Lumajang.
Dalam paparannya, Bupati yang akrab disapa Bunda Indah tersebut menilai kemampuan generasi muda dalam mengoperasikan media digital berkembang pesat. Namun, tanpa diimbangi tanggung jawab moral, arus informasi berpotensi memicu disinformasi hingga menurunkan kualitas ruang publik digital.
“Literasi digital harus dimaknai secara utuh, tidak hanya soal kecakapan teknis, tetapi juga integritas dalam berkomunikasi,” ujarnya.
Ia menekankan, setiap konten yang diproduksi memiliki konsekuensi sosial. Konten bukan sekadar sarana ekspresi, tetapi juga medium pembentuk persepsi publik. Karena itu, pelajar diharapkan mampu menghadirkan informasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga akurat, bijak, dan memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Menurutnya, konten sederhana dengan kualitas yang baik justru lebih efektif dalam menjangkau audiens dan memberikan dampak. Ia juga mengingatkan agar generasi muda tidak terjebak pada sensasi, melainkan mengedepankan substansi.
Pendekatan tersebut dinilai strategis dalam mengangkat potensi daerah, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi lokal. Narasi digital yang tepat dan etis dapat menjadi instrumen promosi yang kuat sekaligus membangun citra positif daerah secara berkelanjutan.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Indana Zulfa, yang juga dikenal sebagai jurnalis Lumajangsatu, serta Eko, anggota Polri yang aktif sebagai kreator konten edukatif di media sosial. Peserta diberi ruang untuk berdialog dan menggali langsung praktik terbaik dalam produksi konten digital.
Sementara itu, Ketua Panitia BEM STIH Jenderal Sudirman Lumajang, Ricky Maulana, menyampaikan bahwa workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang publikasi digital. Tidak hanya aspek produksi, tetapi juga standar kelayakan, tanggung jawab, dan dampak sosial konten.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi kreator muda yang tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga kuat secara nilai, sehingga ruang digital dapat berfungsi sebagai sarana edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat (Red).
Editor : Redaksi