Ranuyoso
BPBD Lumajang Petakan Krisis Air di Utara, Distribusi Disiapkan Bergilir Saat Kemarau Panjang
Lumajang — Wilayah utara Lumajang mulai dipetakan sebagai titik rawan krisis air bersih menjelang potensi kemarau panjang. Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Desa Jenggrong di Kecamatan Ranuyoso, di mana kebutuhan air bersih warga masih bergantung pada air hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengungkapkan bahwa kondisi air bersih di wilayah utara memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain. Di beberapa titik, warga bahkan mengandalkan penampungan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak, minum, hingga mandi.
“Untuk wilayah utara seperti di Ranuyoso, khususnya Desa Jenggrong, kebutuhan air bersih masih bergantung pada air hujan. Saat ini masih aman karena masih musim hujan, tapi potensi kekeringan akan mulai terasa memasuki April meskipun ada sedikit hujan” ujarnya.
BPBD sebelumnya juga telah melakukan survei lapangan serta intervensi awal melalui bantuan sarana air bersih bekerja sama dengan pihak donatur. Namun, saat musim kemarau tiba, distribusi air dipastikan menjadi tantangan utama karena banyaknya titik terdampak.
Yudhi menjelaskan, skema distribusi air bersih nantinya tidak dilakukan setiap hari di satu titik, melainkan secara bergilir. Hal ini disebabkan keterbatasan armada serta luasnya wilayah yang harus dilayani.
“Pengiriman air tidak bisa setiap hari di satu lokasi. Sistemnya bergilir, bisa tiga hari sekali, karena dalam satu kecamatan ada banyak titik yang harus dilayani,” jelasnya.
Dengan pola distribusi tersebut, BPBD berupaya memastikan seluruh wilayah terdampak tetap mendapatkan suplai air, meski dengan interval waktu tertentu. Strategi ini menjadi bagian dari mitigasi menghadapi ancaman kemarau panjang yang diprediksi akan meluas di sejumlah wilayah Lumajang.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, khususnya di daerah rawan, untuk mulai melakukan penampungan air sejak dini sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kering yang diperkirakan lebih panjang dari biasanya (Red).
Editor : Redaksi