Hujan Deras
Polisi Berpacu dengan Gelap, Pohon Tumbang Lumpuhkan Jalur Ranupani
Lumajang — Akses utama menuju Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, sempat lumpuh total setelah pohon tumbang menutup badan jalan pada Minggu (27/4/2026) malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB itu dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan hutan lereng Semeru sejak sore hari.
Dalam kondisi gelap dengan penerangan terbatas, aparat kepolisian berjibaku di lokasi kejadian. Berbekal senter dan peralatan seadanya, petugas memotong batang pohon dan rumpun bambu yang roboh melintang di Jalan Raya Ranupani. Diameter pohon yang mencapai sekitar 10 sentimeter cukup untuk menghambat total arus kendaraan menuju kawasan wisata tersebut.
Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Senduro yang langsung bergerak setelah menerima laporan warga. Menggunakan gergaji mesin, proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat jalan licin serta risiko longsor di sekitar lokasi.
“Begitu laporan masuk, anggota langsung kami kerahkan. Jalur ini merupakan akses vital, sehingga harus segera dibuka,” ujar Iptu Wahono.
Ia menyebut, hujan berintensitas tinggi serta kondisi tanah yang labil menjadi pemicu utama tumbangnya pohon dan bambu di kawasan tersebut.
Evakuasi tidak dilakukan sendiri. Kepolisian berkoordinasi dengan petugas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk mempercepat pembersihan material yang menutup jalan. Sinergi ini dinilai krusial mengingat jalur Ranupani merupakan pintu masuk penting menuju kawasan wisata pegunungan.
Selama proses berlangsung, arus lalu lintas sempat terhenti total. Namun, berkat kerja cepat petugas, jalur akhirnya berhasil dibuka kembali dan dapat dilalui kendaraan.
Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kejadian ini. Meski demikian, aparat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di jalur hutan dan pegunungan di tengah cuaca ekstrem.
Kini, arus lalu lintas di Jalan Raya Ranupani dilaporkan telah kembali normal, sementara petugas memastikan tidak ada sisa material yang membahayakan pengguna jalan (Red).
Editor : Redaksi