Pelayanan

Sejumlah Traffic Light Bermasalah, Dishub Lumajang Pastikan Perbaikan Bertahap

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Kepala Bidang Teknik Prasarana Dishub Lumajang, Hari Subagiyo
Kepala Bidang Teknik Prasarana Dishub Lumajang, Hari Subagiyo

Lumajang — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lumajang mengakui adanya gangguan pada sejumlah lampu lalu lintas (traffic light) di beberapa titik. Namun, perbaikan terus dilakukan secara bertahap dengan mengerahkan tim teknis setiap hari.

 

Kepala Bidang Teknik Prasarana Dishub Lumajang, Hari Subagiyo, menjelaskan bahwa kendala utama saat ini terletak pada kerusakan kendaraan operasional khusus untuk menjangkau lampu bagian atas.

 

“Tim kami setiap hari melakukan patroli dan perbaikan. Kendalanya hanya pada armada untuk menjangkau lampu bagian atas. Sementara untuk lampu di sisi kanan dan kiri tetap bisa langsung ditangani tanpa hambatan,” ujarnya.

 

Ia mengungkapkan, gangguan yang terjadi bervariasi, mulai dari lampu yang hanya menyala hijau, hingga lampu yang mati sebagian. Namun, mayoritas gangguan tersebut berada pada posisi lampu bagian atas. Untuk lampu di sisi samping, dipastikan masih berfungsi normal.

 

Dishub juga menegaskan bahwa setiap laporan kerusakan yang masuk langsung ditindaklanjuti tanpa menunggu waktu lama. “Kalau ada laporan, langsung kita perbaiki. Tidak ada penundaan,” tegas Hari.

 

Selain traffic light, permasalahan juga terjadi pada Penerangan Jalan Umum (PJU). Dishub menerima laporan gangguan hampir setiap hari, terutama akibat faktor cuaca seperti hujan dan panas yang memengaruhi komponen elektronik.

 

Untuk menangani hal tersebut, Dishub membentuk dua tim perbaikan utama yang dibagi berdasarkan wilayah utara dan selatan. Keduanya bekerja secara penuh pada siang hari. Sementara itu, tim khusus respons cepat (QR) disiagakan pada malam hari untuk menangani kerusakan mendesak.

 

“Tim malam memang terbatas, biasanya hanya dua orang. Mereka fokus pada penanganan darurat. Untuk perbaikan besar tetap dilanjutkan oleh tim siang,” jelasnya.

 

Terkait anggaran, Dishub memastikan tidak ada kendala, baik dari sisi material maupun pembiayaan. Seluruh kebutuhan perbaikan disebut tersedia dan siap digunakan kapan saja.

 

Masyarakat yang menemukan kerusakan traffic light maupun PJU diminta segera melapor melalui layanan pengaduan “Sambat Bunda”. Laporan yang masuk ditargetkan dapat ditangani dalam waktu maksimal satu minggu.

 

Dishub berharap partisipasi aktif masyarakat dapat membantu mempercepat penanganan, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan akibat gangguan fasilitas lalu lintas (Red).