Kesehatan
Ibu Hamil Jadi Garda Depan Perang Lawan Stunting di Lumajang
Lumajang - Pemerintah Kabupaten Lumajang mulai mengarahkan fokus penanganan stunting dari fase paling mendasar: masa kehamilan. Langkah ini dinilai krusial untuk memutus rantai lahirnya generasi berisiko stunting sejak dini.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, menegaskan bahwa kualitas generasi masa depan sangat ditentukan dari kesehatan ibu hamil dan janin yang dikandungnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Jatim Terbaik’s 2026 (Jawa Timur Tanggap terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting) di Puskesmas Pasirian, Selasa (28/4/2026).
“Ibu hamil adalah titik awal lahirnya generasi unggul. Jika ingin mencetak generasi emas 2045, perhatian terhadap kesehatan ibu dan janin tidak boleh setengah-setengah,” tegasnya.
Menurut Dewi Natalia, stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak. Dampaknya jauh lebih luas, mulai dari gangguan perkembangan otak, lemahnya daya tahan tubuh, hingga menurunnya produktivitas saat dewasa. Karena itu, intervensi pada masa kehamilan disebut sebagai tahap paling strategis dalam pencegahan.
Tantangan yang dihadapi Lumajang pun masih cukup besar. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di daerah tersebut masih berada di angka 23,4 persen. Selain itu, kasus ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan risiko Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) juga masih ditemukan.
Kondisi tersebut membuat penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemerintah mendorong pendekatan konvergen dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader PKK, pemerintah desa, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat ibu hamil.
“Penanganan stunting harus dilakukan secara holistik, integratif, dan berkelanjutan. Semua pihak harus bergerak bersama,” ujarnya.
Melalui gerakan Jatim Tanggap, pemerintah daerah bersama TP PKK terus memperkuat edukasi serta pendampingan bagi ibu hamil, mulai dari pemeriksaan rutin, pemenuhan gizi seimbang, hingga pemahaman risiko kehamilan yang dapat memicu stunting.
Bagi Pemkab Lumajang, pencegahan stunting bukan sekadar program kesehatan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi sehat, cerdas, dan kompetitif menuju Indonesia Emas 2045 (Red).
Editor : Redaksi