Hari Buruh

Kapolres Lumajang Satukan Buruh, Ojek Online hingga Perguruan Silat: “Jangan Biarkan Keamanan Daerah Retak”

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Polres Lumajang Perkuat “Sabuk Kamtibmas” Lawan Gangguan Keamanan.
Polres Lumajang Perkuat “Sabuk Kamtibmas” Lawan Gangguan Keamanan.

Lumajang - Suasana Polres Lumajang, Kamis (30/4/2026), dipenuhi barisan berbagai elemen masyarakat. Mulai dari serikat buruh, perguruan silat, ojek online, Senkom, linmas hingga organisasi kemasyarakatan berkumpul dalam Apel Besar Sabuk Kamtibmas sebagai simbol penguatan sinergi menjaga keamanan Kabupaten Lumajang.

 

Apel besar tersebut dipimpin langsung Kapolres Lumajang Alex Sandy Siregar didampingi Wakapolres Kompol Suwarno serta jajaran pejabat utama Polres Lumajang.

 

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa menjaga keamanan daerah tidak bisa dibebankan kepada polisi semata. Menurutnya, stabilitas wilayah hanya dapat tercipta jika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menjaga kondusivitas.

 

“Apel besar Sabuk Kamtibmas ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata komitmen bersama dalam memperkuat keamanan berbasis kolaborasi antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” tegas AKBP Alex Sandy Siregar.

 

Ia menyebut, kekuatan utama menjaga harkamtibmas terletak pada soliditas, komunikasi, dan keterlibatan aktif masyarakat hingga level paling bawah.

 

“Kunci utama dalam menjaga harkamtibmas adalah sinergi, soliditas, dan partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.

 

Melalui gerakan Sabuk Kamtibmas, Polres Lumajang ingin membangun sistem keamanan berbasis kolaborasi yang tidak berhenti di tingkat seremonial, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat hingga desa dan komunitas.

 

Kapolres juga mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kepedulian sosial di tengah meningkatnya tantangan keamanan dan potensi konflik sosial.

 

“Oleh sebab itu, Sabuk Kamtibmas harus menjadi gerakan nyata yang berkelanjutan, terukur, dan kuat hingga tingkat desa dan komunitas,” imbuhnya.

 

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat agar potensi gangguan keamanan dapat dideteksi lebih cepat dan ditangani secara bersama-sama.

 

“Jika seluruh komponen bangsa bergerak bersama, maka setiap potensi ancaman dapat kita kelola menjadi kekuatan persatuan,” pung

kas Kapolres Lumajang.