Perempuan Menginspirasi

Ibuk-e Macan Ternak Menginspirasi, Syayida Hidupkan Semangat Parenting di RA Sumbersuko Lumajang

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Kegiatan Parenting Education di berbagai lembaga seperti RA 26 Mojosari
Kegiatan Parenting Education di berbagai lembaga seperti RA 26 Mojosari

Sumbersuko - Sosok Syayida Miftakhul Wahyu Masitho semakin dikenal luas di kalangan wali murid Raudhatul Athfal (RA). Bukan sekadar pemateri, ia kini dijuluki hangat oleh para ibu sebagai “Ibuk’e Macan Ternak” (Mama Cerdas Antar Anak) sebuah sebutan penuh makna bagi para ibu yang aktif, tangguh, dan penuh kasih dalam mengantar sekaligus mendidik anak-anak mereka.

Julukan itu lahir bukan tanpa alasan. Setelah melalui serangkaian kegiatan Parenting Education di berbagai lembaga seperti RA 26 Mojosari, RAM 61 Kebonsari, RAM 01 Purwosono, KB Al Bilqis Purwosono, hingga RAM 02 Purwosono, kehadiran Syayida selalu meninggalkan kesan mendalam. Gaya penyampaiannya yang hangat, komunikatif, dan mudah dipahami membuat para wali murid merasa dekat—seolah dia bukan hanya pemateri, tetapi juga sahabat dan penguat peran keibuan.

Dalam kegiatan bertajuk “Peran Strategis Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak Sholeh Sejak Usia Dini”, Syayida mengajak para orang tua untuk menyadari bahwa pendidikan pertama dan utama dimulai dari rumah. Ia menekankan bahwa kecerdasan anak tidak hanya dibangun melalui aspek akademik, tetapi juga melalui keteladanan, kebiasaan baik, serta kekuatan nilai spiritual yang ditanamkan sejak dini.

“Anak yang hebat lahir dari orang tua yang mau terus belajar,” ungkap Syayida di hadapan para peserta yang tampak antusias mengikuti setiap sesi.

Kegiatan Parenting Education ini tidak hanya menjadi ajang berbagi ilmu, tetapi juga ruang membangun kesadaran bersama. Para wali murid diajak untuk lebih memahami pola asuh yang tepat, memperkuat ikatan emosional dengan anak, serta menumbuhkan mental dan spiritual yang kokoh dalam keluarga.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan loyalitas dan keterlibatan wali murid terhadap lembaga pendidikan. Sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis dan berkelanjutan.

Kehadiran “Ibuk’e Macan Ternak” menjadi warna tersendiri dalam dunia parenting di Kecamatan Sumbersuko. Sosoknya tidak hanya menginspirasi, tetapi juga menggerakkan, bahwa menjadi orang tua adalah proses belajar sepanjang hayat, yang membutuhkan kesabaran, ilmu, dan cinta yang terus tumbuh.

Dengan semangat tersebut, diharapkan kegiatan serupa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak orang tua, demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.(Red)