Kolaborasi

Bupati Lumajang Gandeng PMII, Pemuda Diminta Turun Langsung Tangani Stunting hingga Pariwisata

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Bupati Lumajang Indah Amperawati berfoto bersama pengurus dan kader PMII usai pelantikan di Rock Convention Center, Kabupaten Lumajang
Bupati Lumajang Indah Amperawati berfoto bersama pengurus dan kader PMII usai pelantikan di Rock Convention Center, Kabupaten Lumajang

Lumajang - Indah Amperawati mulai membuka jalur kolaborasi lebih luas antara pemerintah daerah dan organisasi mahasiswa di Lumajang. Pemuda tidak lagi hanya diposisikan sebagai pengkritik kebijakan dari luar sistem, tetapi didorong terlibat langsung menyelesaikan persoalan pembangunan daerah.

 

Pesan itu disampaikan Bupati saat menghadiri pelantikan pengurus PMII di Rock Convention Center, Selasa (12/5/2026). Dalam forum tersebut, pemerintah daerah secara terbuka menawarkan kerja sama lintas program dengan organisasi kemahasiswaan.

 

“Saya membuka pintu selebar-lebarnya bagi PMII untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Banyak program di perangkat daerah yang bisa dikerjakan bersama pemuda untuk mendukung pembangunan,” ujar Indah Amperawati.

 

Ajakan tersebut menjadi sinyal perubahan pola pembangunan di Lumajang. Organisasi mahasiswa kini tidak hanya dipandang sebagai ruang kaderisasi dan diskusi intelektual, tetapi mulai diarahkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program publik di lapangan.

 

Sejumlah isu strategis disebut menjadi ruang keterlibatan pemuda, mulai dari penanganan stunting, penguatan ekonomi kreatif, pengembangan pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat desa.

 

Bupati menilai keterlibatan generasi muda menjadi kebutuhan penting di tengah tren pembangunan Lumajang yang mulai menunjukkan peningkatan. Pemerintah daerah mencatat angka stunting turun dari sekitar 30 persen menjadi 19 persen, sementara pertumbuhan ekonomi meningkat dari 4,5 persen pada 2024 menjadi 5,35 persen pada 2025.

 

Di sektor pariwisata, kawasan Air Terjun Tumpak Sewu juga mengalami peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara yang ikut mendorong geliat ekonomi kreatif lokal.

 

Menurut Bupati, capaian tersebut tidak bisa hanya ditopang birokrasi pemerintah. Dibutuhkan energi baru dari kalangan muda agar pembangunan lebih cepat, adaptif, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara langsung.

 

Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah diminta mulai membuka ruang kolaborasi dengan organisasi mahasiswa agar kaderisasi di kampus tidak terputus dari realitas sosial masyarakat.

 

Langkah ini sekaligus mempertegas arah pembangunan partisipatif di Lumajang, di mana mahasiswa diposisikan sebagai agen perubahan sosial yang terlibat langsung dalam pembangunan daerah, bukan sekadar pengamat dari balik ruang diskusi kampus (Red).