Korban luka

Teror Begal di Jalur Sepi Jatiroto: Korban Dibacok, Tas Berisi Uang Rp25 Juta Digasak

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Polisi ketika melakukan olah TKP
Polisi ketika melakukan olah TKP

Lumajang - Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang. Seorang pria asal Kabupaten Jember menjadi korban pembegalan brutal saat melintas di jalan raya Dusun Pondokrejo, Desa Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 20.15 WIB. Kejadian ini menambah daftar kasus kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat, khususnya di jalur minim penerangan pada malam hari.

 

Korban diketahui bernama **Edi Santoso (40)**, seorang karyawan swasta yang berdomisili di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember. Saat kejadian, korban tengah dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di PT Mustika Tama menuju rumahnya. Situasi yang semula normal berubah mencekam ketika korban memasuki kawasan Pondokrejo yang relatif sepi.

 

Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa aksi pelaku diduga telah direncanakan dengan modus berpura-pura menanyakan arah. “Pelaku awalnya mendekati korban menggunakan sepeda motor Honda Vario dan menanyakan lokasi pom bensin di Sumberbaru. Saat korban lengah, datang satu sepeda motor lain dari arah belakang yang berboncengan dua orang,” ungkapnya.

 

Dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi aksi kekerasan. Salah satu pelaku yang dibonceng langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam, mengenai punggung kanan korban sebanyak satu kali. Tidak berhenti di situ, sepeda motor korban juga ditendang hingga ia terjatuh ke badan jalan. Dalam kondisi terjatuh dan tidak berdaya, korban kembali mengalami kekerasan berupa goresan senjata tajam di lengan kiri.

 

Setelah melumpuhkan korban, pelaku dengan cepat merampas tas ransel milik korban secara paksa. Tas berwarna biru merek Solitare tersebut berisi sejumlah barang berharga, antara lain satu unit laptop Samsung warna hitam, satu unit handphone Xiaomi tipe Redmi 14T warna hitam, satu unit handphone Vivo tipe V20 warna ungu, serta dompet coklat berisi dokumen penting seperti KTP, SIM C, STNK sepeda motor Yamaha Vixion milik korban, kartu ATM Mandiri, dan kartu kredit atas nama korban.

 

Tak hanya itu, di dalam tas tersebut juga terdapat uang tunai sebesar Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah). Setelah berhasil menguasai barang-barang tersebut, para pelaku langsung melarikan diri ke arah timur dan hingga kini belum diketahui keberadaannya.

 

Korban yang mengalami luka akibat serangan tersebut kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Jatiroto pada pukul 21.00 WIB di hari yang sama. Pihak kepolisian segera melakukan penanganan awal dan saat ini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas serta memburu para pelaku.

 

Ipda Suprapto mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, terutama di malam hari dan di jalur yang sepi. Ia juga menekankan pentingnya segera melapor kepada pihak berwajib apabila mengalami atau mengetahui tindak kejahatan serupa.

 

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan jalanan masih menjadi ancaman nyata. Kehati-hatian, kewaspadaan, serta peningkatan patroli di titik-titik rawan diharapkan dapat menekan angka kriminalitas di wilayah Lumajang dan sekitarnya (Red).