Kesehatan

50 Pasien Masuk Daftar Tunggu Cuci Darah di RSUD dr Haryoto Lumajang

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi
Ilustrasi

Lumajang  – Kebutuhan layanan cuci darah di RSUD dr Haryoto Lumajang terus meningkat. Saat ini, sekitar 50 pasien tercatat dalam daftar tunggu layanan hemodialisis, sementara rumah sakit menyiapkan rencana penambahan kapasitas untuk memperluas akses pelayanan.

 

Humas RSUD dr Haryoto Lumajang, Agus Wahyudi, menegaskan bahwa keberadaan daftar tunggu bukan berarti pasien tidak mendapatkan pelayanan. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan kapasitas alat hemodialisis yang tersedia di rumah sakit.

 

 “Ada 50-an orang daftar tunggu untuk cuci darah. Bukan tidak dilayani, tetapi alat kami terbatas,” ujar Agus, Minggu (25/9/2026).

 

Saat ini, RSUD dr Haryoto memiliki 19 tempat tidur hemodialisis dalam satu sesi pelayanan. Layanan tersebut berlangsung tiga sesi setiap hari selama enam hari dalam sepekan untuk melayani pasien yang membutuhkan terapi secara rutin.

 

Keterbatasan kapasitas membuat rumah sakit menyiapkan pengembangan layanan. Jumlah tempat tidur hemodialisis direncanakan ditambah dari 19 menjadi **36 tempat tidur dalam satu sesi**.

 

Namun, penambahan tersebut tidak dapat dilakukan hanya dengan menambah mesin atau tempat tidur. Rumah sakit juga harus memastikan ketersediaan dokter dan tenaga kesehatan pendukung agar pelayanan memenuhi ketentuan.

 

Selain kesiapan sumber daya manusia, pengembangan layanan hemodialisis juga membutuhkan proses perizinan serta persetujuan BPJS Kesehatan, terutama untuk mendukung pelayanan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

 

“Karena nambah alat tidak bisa langsung dilakukan begitu saja. Harus nambah dokter juga, terus harus izin BPJS Kesehatan juga,” jelas Agus.

 

Menurut Agus, layanan hemodialisis memiliki karakteristik berbeda dengan layanan kesehatan lainnya karena pasien tertentu harus menjalani terapi secara rutin dan berkelanjutan. Karena itu, penambahan kapasitas harus memperhitungkan pasien yang sudah menjalani terapi sekaligus kebutuhan pasien baru.

 

Rencana pengembangan kapasitas menjadi langkah yang disiapkan rumah sakit untuk menjawab kebutuhan layanan cuci darah di Lumajang. Jika seluruh tahapan dapat dipenuhi, kapasitas pelayanan diharapkan bertambah sehingga lebih banyak pasien dapat terakomodasi secara bertahap.

 

Bagi pasien dan keluarga, kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa pengembangan layanan hemodialisis membutuhkan kesiapan menyeluruh, mulai dari fasilitas, tenaga medis hingga aspek perizinan dan pembiayaan.

 

RSUD dr Haryoto berharap rencana penambahan kapasitas dapat memperoleh persetujuan sehingga pengembangan layanan hemodialisis dari 19 menjadi 36 tempat tidur per sesi dapat segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.

 

Penguatan layanan ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperluas akses bagi masyarakat yang membutuhkan terapi pengganti fungsi ginjal secara berkelanjutan (Red).