Jambore Kader

Perkuat 10 Program Pokok PKK, Lumajang Dorong Pemberdayaan Keluarga Berbasis Potensi Lokal

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Bukan Sekadar Rutinitas, TP PKK Lumajang Dorong Program yang Menjawab Kebutuhan Keluarga
Bukan Sekadar Rutinitas, TP PKK Lumajang Dorong Program yang Menjawab Kebutuhan Keluarga

Malang— Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dituntut terus berinovasi agar program yang dijalankan tidak sekadar menjadi agenda rutin, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma, dalam Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Provinsi Jawa Timur yang dirangkai dengan Jambore Kader PKK 2026 di Hotel Harris Malang, Senin (26/10/2026).

 

Kegiatan yang berlangsung pada 26–27 Oktober 2026 itu dibuka oleh Gubernur Jawa Timur dan diikuti perwakilan TP PKK kabupaten/kota se-Jawa Timur. Selain mempererat kebersamaan, agenda ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus meningkatkan kapasitas kader dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.

 

Dewi Natalia menegaskan, peringatan HKG PKK harus menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat.

 

“Peringatan HKG PKK ini menjadi momentum bagi kita untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan semangat pengabdian, dan mengevaluasi apa yang sudah kita lakukan untuk masyarakat. Saya berharap seluruh kader PKK terus berinovasi dan mampu menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan keluarga di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.

 

Menurut Dewi, keberhasilan gerakan PKK tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang terlaksana atau tertibnya administrasi. Lebih dari itu, keberhasilan harus tercermin dari manfaat yang dirasakan keluarga, mulai dari peningkatan kesejahteraan hingga tumbuhnya kemandirian masyarakat.

 

Untuk mewujudkannya, kader PKK perlu memahami potensi dan persoalan di wilayah masing-masing. Potensi lokal dapat menjadi modal untuk mengembangkan program yang lebih relevan, produktif, dan berkelanjutan, termasuk dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK.

 

“Potensi setiap daerah berbeda-beda dan bisa menjadi kekuatan untuk mengembangkan program PKK. Saya ingin kader di Lumajang terus kreatif, saling mendukung, dan menjadikan 10 Program Pokok PKK sebagai gerakan nyata yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tambahnya.

 

Dewi juga menekankan bahwa pemberdayaan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, memperkuat ketahanan keluarga, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi gerakan PKK dalam mendukung Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

 

Tak hanya berfokus pada penguatan kapasitas, Jambore Kader PKK Jawa Timur 2026 juga menghadirkan lomba merangkai oleh-oleh kuliner khas kabupaten/kota. Ajang ini menjadi wadah bagi peserta untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner dan potensi daerah masing-masing.

 

Keikutsertaan TP PKK Kabupaten Lumajang dalam kegiatan tersebut diharapkan membawa pengalaman dan gagasan baru yang dapat diterapkan di daerah. Namun, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan inspirasi tersebut menjadi program konkret yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan dapat dijalankan secara berkelanjutan.

 

Melalui penguatan kapasitas kader, pemanfaatan potensi lokal, dan evaluasi program yang berorientasi pada hasil, TP PKK Kabupaten Lumajang diharapkan semakin adaptif dalam menjalankan pemberdayaan keluarga. Dengan demikian, gerakan PKK tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu menghadirkan perubahan yang dirasakan masyarakat menuju keluarga yang lebih sejahtera dan mandiri (Red).