Lumajang (lumajangsatu.com) - Kantor PC NU Kabupaten Lumajang dan Klinik NU sudah satu bulan ini tidak memakai air dari layanan PDAM. Pasalnya, pembayaran setiap bulan sangat mahal dan bisa disebut tidak biasa.
"Kalau bahasa Jawanya "Ora Umum", setiap biaya hanya untuk membayar tagihan air mas," ujar Heny Setyo, pengurus NU Lumajang kepada Lumajangsatu.com, Rabu (11/09/2019).
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
Ada dua gedung yang memakai 1 stand meter PDAM yakni gedung PC NU dan Klinik NU. Setiap bulan, biaya yang harus dikeluarkan untuk rekening PDAM 1 juta sampai Rp 1.200.
"Akhinya kita bersepakat putus PDAM dan menggali sumur agar lebih hemat," tuturnya.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
Dengan membuat sumur habisnya sekitar 2-3 juta dan listriknya dengan penggunaan pompa air akan tambah 50 ribu rupiah. Biaya tersebut akan bisa tertutupi selama 3 bulan saja untuk pembayaran PDAM.
"Kalau pakai PDAM kita agak was-was siram-siram. Tapi kalau pakai sumur, bebas pakai air wes," pungkasnya.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
Sebelumnya diberitakan, seorang warga Perumahan Surya Asri juga komplain pada PDAM karena tagihan air membengkak sangat besar. Kejadian itu ternyata banyak dialami oleh pelanggan lain, namun warga kadang enggan untuk mengajukan protes.(Yd/red)
Editor : Redaksi