Agar Lumpur Tak Masuk Danau

Warga Berharap Pembuatan Selokan Pembuangan Air Hujan di Ranupani

lumajangsatu.com
Upaya normalisasi terus dilakukan untuk menyelamatkan keberadaan Ranupani

Lumajang (lumajangsatu.com) - Ranupani di Desa Ranupani Kecamatan Senduro mulai dilakukan normalisasi. Namun, upaya tersebut tidak akan memberikan dampak signifikan, jika tidak dibangun selokan besar untuk pembuangan air hujan.

Nunuk Winarsih, Sekretaris Desa Ranupani menyatakan sangat mendukung upaya normalisasi. "Kita mendukung normalisasi ya, tapi kalau tidak ada selokan pembuangan air hujan keluar Ranupani, maka normalisasi akan sia-sia," jelas Nunuk, Rabu (18/09/2019).

Baca juga: "Ibuk’e Macan Ternak” Jadi Penyuluh Agama Islam Terfavorit 2026, KUA Sumbersuko Borong Predikat Favorit di Lumajang

Saat musim hujan, air hujan dari ladang dan perkampungan akan menuju ke Ranupani. Tak hanya membawa air, tanah-tanah juga terangkut yang mengakibatkan sedimentasi atau pendangkalan Ranupani. "Semua air hujan masuk ke Ranupani dengan membawa lumpur," paparnya.

Baca juga: Gus Rivqy Bagikan Qurban Sapi Seberat 1 ton di Jember dan Lumajang

Dulu pernah ada wacana pembuatan terowongan besar ke daerah selatan Ranupani untuk pembuangan air hujan. Namun, hingga kini wacana tersebut belum terealisasai. "Kalau sudah ada pembuangan air hujan, pasti Ranupani tidak akan mengalami pendangkalan," imbuhnya.

Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Hadiri Musyawarah Adat Tengger, Perkuat Pengakuan dan Kepastian Hukum Masyarakat Adat

Kondisi Ranupani dari tahun ke tahun terus mengalami penyempitan. Jika dibiarkan tanpa ada penanganan yang serius, bisa jadi 25-40 tahun mendatang Ranupani hilang dan tinggal kenangan.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru