Candipuro - Bencana letusan gunung Semeru diperkirakan akan menela puluhan korban jiwa. Pasalnya, banyak laporan warga, bahwa anggota keluarganya hilang kontak pasca Semeru erupsi.
Abdul Aziz, mantan Pj Kepala Desa Sumberwuluh menyatakan ada laporan warga, 8 anggota keluarganya hilang kontak. Sore saat bencana datang, delapan orang tersebut memang beraktifitas di aliran lahar Semeru dibawah jembatan atau Gladak Perak yang sudah terputus.
Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Polsek Tempursari Semarakkan Kemerdekaan dengan Bagikan Bendera ke Pengendara
"Ada 8 laporan warga anggota keluarganya hilang kontak sejak sore saat terjadi erupsi Semeru," ujar Aziz, Minggu (05/12/2021).
Kondisi aliran lahar Semeru dibawah jembatan Perak sudah dipenuhi material abu fulkanik. Jika hujan dengan intesitas tinggi dan terjadi peningkatan debit air, maka sejumlah Desa akan terancam.
Baca juga: Kapolres Lumajang Ajak Mahasiswa Rawat Kebhinekaan di Tengah Polarisasi Ruang Digital
"Semoga tidak hujan mas, karena tanggul-tanggul sungai sudah tertutup dengan material letusan Semeru," terangnya.
Aziz juga menghimbau kepada warga agar tidak datang ke lokasi bencana, karena masih sangat berbahaya. Aktifitas Semeru masih belum bisa diprediksikan dan bisa terjadi letusan susulan.
Baca juga: 150 Buruh Pabrik Rokok di Lumajang Terima BLT DBHCHT, Bupati: Semoga Ringankan Beban Keluarga
"Kami mohon, ini adalah bencana, bukan area wisata, jadi warga terutama yang dilauar Desa terdampak datang ke lokasi aliran lahar Semeru," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi