Candipuro - Aliran Lahar Semeru di Kali Regoyo sudah full dengan materil abu vulkanik. Bahkan, aliran ke selatan tertutup, sehingga aliran air belok kiri dan masuk ke jalan Kamarkajang dan masuk ke jalur lama lahar Semeru.
"Ini sangat berbahaya mas, jika tidak di sudet, maka akan mengancam permukiman warga," ujar Solihin, salah seorang warga Sumberwuluh, Sabtu (11/12/2021).
Baca juga: SPBU Pasirian Direhabilitasi, Warga Diimbau Gunakan SPBU Terdekat hingga Akhir Juni
Akibat berubahnya aliran air dari lahar Semeru, jalan Kamarkajang sudah tertutup dengan materil abu vulkanik dan pasir. Materil vulkanik juga menimbun sejumlah rumah di Dusun Kamarkajang.
Baca juga: Pemkab Lumajang Intensif Pantau Distribusi BBM, Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Masyarakat
Kondisi sungai saat ini sudah sama tingginya dengan tanggul yang melidungi permukiman warga di Kampung Renteng. Jika air meluap, maka air akan langsung menerjang rumah-rumah warga.
Akibat berubahnya aliran lahar Semeru, ratusan keluarga harus mengungsi karena khawatir jika sewaktu-waktu terjadi lahar dingin. Jika hujan deras, warga semakin was-was, karena debit air akan naik.
Baca juga: Panen Tebu Meningkat, Kebutuhan Biosolar di Lumajang Ikut Melonjak
"Semua warga sudah mengungsi, hanya beberapa tetap bertahan untuk menjaga rumah-rumah warga," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi