Candiuro - Tim gabungan mengerahan sekitar 15-20 alat berat untuk melakukan penyudetan aliran lahar Semeru. Pasalnya, akibat awan panas guguran (APG) 4 Desember, aliran lahar berubah arah dan masuk ke jalan nasional Dusun Kamarkajang.
"Hari ini dikerahkan 15-20 alat berah untuk mengalihkan arus lahar menuju jalanya di kali Regoyo," ujar Abdul Aziz, Pj Kepala Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro, Jum'at (17/12/2021).
Baca juga: Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, Pemkab Lumajang Dorong Pelayanan Lebih Tertib dan Tepat Sasaran
Aliran lahar yang melewati jalan Kamarkajang sangat membahayakan warga Sumberwuluh dan sekitarnya. Sebab, jika hujan deras dan terjadi lahar dingin, maka sungai-sungai yang dilewati tidak akan mempu menampung air dan akan meluber ke permukiman dan lahan-lahan pertanian.
Baca juga: Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres Lumajang Kumpulkan 35 Kantong Darah
"Semoga tanggul-tanggul yang dibuat mampu mengalihkan air ke jalur semula," terangnya.
Saat ini, seluruh warga Sumberwuluh sudah diungsikan ke lokasi yang aman. Sebagian rumah warga di Dusun Kamarkajang sudah terendam, bukan karena APG, tapi karena lahar dingin yang membawa materil pasir.
Baca juga: Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polres Lumajang Salurkan 1.200 Liter Air Bersih di Gucialit
"Seluruh warga Sumberwuluh saat ini sudah diungsikan, ada 148 titik pengungsian di seluruh Lumajang," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi