Lumajang - Komisi C DPRD Lumajang mengapresiasi beroperasinya stockpile pasir terpadu. Pasalnya, portal pasir terpadu itu bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor tambang pasir.
Ahmad Faruq Qotibi SH, Anggota Komisi C DPRD Lumajang menyatakan di bulan Juni dan Juli 2022 ada kenaikan drastis. Pasalnya, potensi kebocoran dari surat keterangan asal barang (SKAB) pasir bisa lebih diminimalisir.
Baca juga: NasDem Resmikan Kantor Baru di Lumajang, Targetkan 1 Kursi di Tiap Dapil pada 2029
"Semoga lebih bisa dimaksimalkan lagi, agar PAD dari sektor tambang pasir lebih maksimal untuk pembangunan Lumajang," jelas politisi PKB itu, Senin (22/08/2022).
Baca juga: Peduli Rasa Aman dan Nyaman, Warga Pandansari Lumajang Pasang Penerangan Jalan Secara Swadaya
Namun, ada beberapa evaluasi soal kekompakan anatar instansi, seperti Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD), Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub). Stakeholder di pemerintahan harus kembali duduk bersama, agar satu tujuan dan kompak untuk meminimalisir kebocoran PAD.
Razia truk pasir harus sering dilakukan disejumlah jalan tikus truk pasir. Jika sering dilakukan razia dan bisa memberikan efek jera, maka PAD pasir akan terus meningkat dan bisa mencapai target.
Baca juga: Kronologi Penyerangan Begal di Wonorejo Lumajang, Korban Luka di Leher
"Tiga istansi itu, BPRD, Dishub dan Satpol PP harus duduk bersama dan sinergi untuk menertibkan truk pasir ini," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi