Lumajang – Siapa yang tidak kenal dengan jajanan sederhana nan legendaris, telor gulung? Di Lumajang, tepatnya di Jl. Abu Bakar, Kelurahan Citrodiwangsan, Ditotrunan, setiap malam ada satu penjaja telor gulung yang cukup dikenal warga.
Ia adalah Pak Huri, yang setia mangkal di samping Masjid Agung mulai pukul 21.00 hingga 22.00 WIB.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
Bukan tanpa alasan Pak Huri memilih berjualan secara mangkal dibanding membuka lapak tetap.Lokasi yang terbatas membuatnya lebih fleksibel untuk berpindah tempat. Meski begitu, keberadaan gerobaknya di samping masjid justru menjadi daya tarik tersendiri, karena mudah dijangkau para pembeli usai beraktivitas malam.
Resep telor gulung ala Pak Huri pun terbilang sederhana.Ia hanya mencampurkan telur dengan tepung dan air, kemudian menuangkannya di atas minyak panas.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
Dengan cekatan, ia menggulung adonan tipis itu menggunakan tusuk sate hingga menjadi camilan hangat yang gurih dan renyah.
"Telor gulung itu mudah dibuat, tapi tetap jadi favorit banyak orang. Anak-anak suka, orang dewasa juga sering beli buat nostalgia," ujar Pak Huri sambil tersenyum.
Baca juga: Dari Lumajang untuk Cina: Cara Darrel Mengenalkan Pesona Tumpak Sewu ke Dunia
Meski hanya berjualan satu jam setiap malam, telor gulung Pak Huri sudah punya pelanggan setia. Rasanya yang gurih, harga yang terjangkau, dan suasana sederhana di samping masjid, membuat jajanan ini selalu ditunggu oleh warga sekitar. (adi/red)
*Artikel ditulis oleh Adi Cahya Ageng Ramadhani (pelajar PPL SMKN 1 Lumajang)
Editor : Redaksi