Stabilitas Keamanan

Kapolres Lumajang Hadiri Pengukuhan LPTQ dan FKUB, Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan dan Kamtibmas

avatar Indana Zulfa
  • URL berhasil dicopy
Kapolres Lumajang AKBP Riki saat menghadiri acara
Kapolres Lumajang AKBP Riki saat menghadiri acara

Lumajang – Komitmen menjaga kerukunan umat beragama dan stabilitas keamanan di Kabupaten Lumajang kembali ditegaskan Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., dengan menghadiri pengukuhan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang masa bakti terbaru, Rabu (5/8/2026).

 

Acara yang berlangsung di Gedung Panti PKK Kabupaten Lumajang itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para pengurus LPTQ dan FKUB yang baru dikukuhkan. Kehadiran Kapolres menjadi simbol dukungan Polri terhadap upaya memperkuat persatuan, toleransi, dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

 

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Riki Yariandi menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia berharap LPTQ dan FKUB semakin berperan aktif membangun karakter masyarakat yang religius, moderat, dan mampu menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman.

 

Menurutnya, tantangan menjaga keamanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan kriminalitas, tetapi juga bagaimana seluruh elemen masyarakat mampu merawat toleransi dan mencegah munculnya potensi konflik sosial sejak dini.

 

"Kami hadir sebagai bentuk dukungan dan komitmen Polres Lumajang untuk terus bersinergi dengan LPTQ dan FKUB. Peran para tokoh agama sangat strategis dalam membangun moral masyarakat, menanamkan nilai-nilai keagamaan, serta menjaga kerukunan antarumat beragama sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," ujar AKBP Riki Yariandi.

 

Kapolres menegaskan, keberhasilan menjaga keamanan tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa.

 

"Keamanan dan ketertiban masyarakat akan terwujud apabila dibangun di atas fondasi persaudaraan, toleransi, dan saling menghormati. Di sinilah peran FKUB menjadi sangat penting sebagai ruang dialog dan penyelesaian berbagai persoalan secara damai, sementara LPTQ memiliki peran besar dalam membina generasi Qurani yang berakhlak mulia," jelasnya.

 

Ia menambahkan, pendekatan keagamaan dan budaya terbukti menjadi salah satu strategi efektif dalam mencegah berkembangnya paham intoleransi maupun potensi gangguan keamanan di tengah masyarakat.

 

Karena itu, Polres Lumajang akan terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan para tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

 

"Kami mengajak seluruh pengurus LPTQ dan FKUB yang baru dikukuhkan untuk terus bersinergi bersama Polri. Mari kita rawat persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, dan menjaga Lumajang tetap menjadi daerah yang aman, damai, serta penuh toleransi. Dengan kebersamaan, setiap tantangan akan lebih mudah kita hadapi," tegas AKBP Riki Yariandi.

 

Pengukuhan pengurus LPTQ dan FKUB diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Sinergi tersebut juga menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkokoh persatuan di Kabupaten Lumajang (Red).