Lumajang – Dini hari yang biasanya sepi di Lumajang, Jumat (26/9/2025), berubah tegang. Tim Pemburu Kejahatan Polres Lumajang melaju kencang dengan sepeda motor, menyisir jalur-jalur gelap yang rawan tindak kriminal. Target mereka jelas: memburu kejahatan jalanan 4C—curat, curas, curanmor, hingga curhewan.
Baca juga: Peduli Rasa Aman dan Nyaman, Warga Pandansari Lumajang Pasang Penerangan Jalan Secara Swadaya
Dipimpin Ipda Hendrik Harimurti, patroli dimulai pukul 00.30 WIB. Jalan-jalan vital seperti Gajah Mada, PB Sudirman, Kyai Gojali, hingga Lintas Timur tak luput dari pengawasan. Setiap kendaraan mencurigakan dihentikan, setiap gerak-gerik mencolok diperiksa.
Tak berhenti di situ, patroli berlanjut hingga Jembatan Gambiran. Area tersebut dikenal rawan sekaligus kerap menjadi jalur pelarian pelaku kejahatan. “Kami tidak menunggu kriminalitas terjadi. Malam ini kami hentikan potensi kejahatan sebelum melukai masyarakat,” tegas Ipda Hendrik.
Baca juga: Kronologi Penyerangan Begal di Wonorejo Lumajang, Korban Luka di Leher
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, menegaskan patroli dini hari adalah strategi perang melawan kejahatan. “Kami tidak ingin polisi hanya datang saat ada korban. Pencegahan adalah kunci. Kehadiran Tim Pemburu Kejahatan di jalan adalah peringatan bagi para pelaku: jangan coba-coba beraksi di Lumajang,” ujarnya.
Polres Lumajang juga mengajak warga untuk ikut berperan. Setiap laporan aktivitas mencurigakan, sekecil apa pun, disebut menjadi bahan bakar gerak cepat kepolisian. “Kejahatan tidak boleh diberi ruang. Polisi dan masyarakat harus berdiri di barisan yang sama,” tegas AKBP Alex.
Baca juga: Paman Nekat Gasak Emas Keponakan, Kasus Terungkap Kilat di Jatiroto
Dengan patroli intensif yang digelar rutin dan acak, Polres Lumajang memastikan malam tidak lagi milik para penjahat. Masyarakat pun diharapkan bisa beraktivitas tanpa dihantui rasa takut (Ind/red).
Editor : Redaksi