Lumajang – Di bawah bayang-bayang ancaman lahar dingin Gunung Semeru, harapan baru mulai menyala bagi puluhan warga terdampak. Rabu (25/2/2026), suasana haru menyelimuti Balai Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, saat Dana Tunggu Hunian (DTH) disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.
Baca juga: Cegah Gejolak Sembako, Bunda Indah Gerakkan Kendali Inflasi dari Hulu ke Hilir
Sebanyak 43 kepala keluarga (KK) dari Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, serta Dusun Kajar Kosong, Desa Sumberwuluh, menerima bantuan sebesar Rp600 ribu per bulan selama enam bulan. Total Rp3,6 juta per keluarga itu menjadi penopang sementara di tengah ketidakpastian tempat tinggal.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, hadir langsung menyapa warga. Kehadirannya bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi simbol dukungan aparat dalam proses relokasi ke kawasan yang lebih aman.
“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait relokasi ke tempat yang lebih aman. Polres Lumajang siap membantu, termasuk pengamanan barang-barang milik warga saat proses pemindahan,” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan keluarga harus menjadi prioritas utama, terlebih kondisi cuaca yang masih fluktuatif berpotensi memicu bencana susulan. Ia mengingatkan warga untuk terus waspada terhadap perkembangan situasi di sekitar kawasan Gunung Semeru.
Baca juga: Stok Aman atau Terancam? Satgas Pangan Sidak Pasar Baru Lumajang
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan pemerintah kembali menawarkan relokasi sebagai langkah mitigasi jangka panjang. Namun, keputusan tetap berada di tangan warga.
“Bagi warga yang menolak relokasi, kami persilakan. Namun harus menandatangani surat pernyataan bahwa segala risiko menjadi tanggung jawab masing-masing,” ujarnya tegas.
Baca juga: Poros Pagi, Polisi Sigap Seberangkan Siswa di Depan SMPN Senduro
Pemerintah Desa Jugosari telah menyiapkan lahan seluas satu hektare yang lokasinya tak jauh dari permukiman awal. Pemerintah Kabupaten Lumajang juga berkomitmen mengajukan anggaran pembangunan hunian tetap sebagai solusi permanen.
Di tengah duka dan kekhawatiran, penyaluran DTH menjadi secercah harapan. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga sembari menanti kepastian hunian tetap di tempat yang lebih aman jauh dari ancaman lahar yang sewaktu-waktu bisa kembali turun (Red).
Editor : Redaksi