Lumajang - Indah Amperawati mulai membangun wajah baru pelayanan lansia di Lumajang. Tidak sekadar fokus pada kesehatan fisik, Pemerintah Kabupaten Lumajang kini mendorong pendekatan sosial yang menjadikan para lansia tetap aktif, bahagia, dan terhubung dalam kehidupan masyarakat lintas agama.
Baca juga: Kapolres Lumajang Dampingi Pangdam V/Brawijaya Tinjau Lokasi Pembangunan Yonif TP di Senduro
Hal itu terlihat dalam kegiatan Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) “Bhara” atau Bahagia, Harmonis, Rukun Bersama yang digelar di Kelurahan Rogotrunan, Selasa (12/5/2026), dalam rangkaian agenda Setormadu.
Menariknya, kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan vihara dan mempertemukan para lansia dari berbagai latar belakang agama dalam satu ruang pembelajaran bersama tanpa sekat perbedaan.
Suasana hangat penuh kebersamaan itu dinilai menjadi gambaran kuatnya toleransi sosial masyarakat Lumajang di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang.
“Bertemu dengan para lansia saja sudah memberikan energi positif. Pikiran yang positif sangat penting untuk menjaga kesehatan di usia lanjut,” ujar Indah Amperawati.
Bupati menegaskan, kualitas hidup lansia tidak hanya ditentukan oleh layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi kesehatan mental, hubungan sosial, dan lingkungan yang membuat mereka merasa dihargai serta tetap dibutuhkan.
Melalui program Selantang, pemerintah mencoba mengubah pola pelayanan lansia yang selama ini identik dengan pendekatan pasif menjadi lebih aktif dan partisipatif. Para lansia tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi diajak tetap terlibat dalam aktivitas sosial, pembelajaran bersama, hingga interaksi lintas komunitas.
Program ini juga dipandang sebagai langkah strategis mencegah isolasi sosial pada kelompok usia lanjut, yang selama ini menjadi salah satu faktor utama penurunan kualitas hidup lansia.
Dengan pendekatan pembelajaran bersama, aktivitas ringan, dan ruang komunikasi sosial, Selantang diarahkan menjadi wadah penguatan kesejahteraan lansia secara menyeluruh, baik fisik maupun psikologis.
Baca juga: Patroli Dini Hari, Polsek Kunir Sisir Jalur Rawan Kriminalitas dan Periksa Kendaraan
Pemkab Lumajang bahkan membuka peluang penggunaan fasilitas publik, termasuk Pendopo Arya Wiraraja, sebagai lokasi alternatif kegiatan agar akses pembelajaran bagi lansia semakin luas dan ramah.
Keberagaman peserta dalam Selantang Bhara juga dinilai menjadi modal sosial penting bagi Lumajang dalam menjaga harmoni masyarakat. Di tengah perbedaan keyakinan, para lansia menunjukkan bahwa kebersamaan tetap dapat tumbuh dalam suasana rukun dan saling menghormati.
Melalui program tersebut, Selantang Rogotrunan kini tak hanya menjadi kegiatan komunitas lansia biasa, tetapi mulai diproyeksikan sebagai model penguatan kebijakan sosial berbasis toleransi, kesehatan, dan kebahagiaan hidup masyarakat usia lanjut (Red).
Editor : Redaksi