Jadi Ajang Berlomba Dalam Kebaikan

"Ibuk’e Macan Ternak” Jadi Penyuluh Agama Islam Terfavorit 2026, KUA Sumbersuko Borong Predikat Favorit di Lumajang

Reporter : Redaksi
Puncak peringatan Harlah ke-3 IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Lumajang

Lumajang - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh KUA Kecamatan Sumbersuko. Dalam puncak peringatan Harlah ke-3 IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Lumajang, Syayida Miftakhul Wahyu Masitho yang akrab dikenal masyarakat dengan julukan “Ibuk’e Macan Ternak” (Mama-Mama Cantik Antar Anak) resmi dinobatkan sebagai Penyuluh Agama Islam Terfavorit Tahun 2026.

Tidak hanya itu, pada momentum yang sama, KUA Kecamatan Sumbersuko juga berhasil meraih predikat KUA Terfavorit Tahun 2026, menjadikan Sumbersuko sebagai salah satu pusat perhatian dalam perhelatan tahunan para penyuluh agama Islam se-Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Gus Rivqy Bagikan Qurban Sapi Seberat 1 ton di Jember dan Lumajang

Puncak peringatan Harlah ke-3 IPARI (Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia) Kabupaten Lumajang

Penobatan tersebut diumumkan dalam acara Harlah IPARI ke-3 yang mengusung tema “IPARI Merawat Negeri melalui Gerakan Spiritual, Literasi, dan Ekoteologi”, Kamis (4/6/2026), di Aula Lantai II Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini dihadiri seluruh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Lumajang, para Kepala KUA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, serta jajaran pejabat dan kepala seksi di lingkungan Kemenag.

Kiprah Kolaboratif yang Mengantarkan ke Puncak

Predikat Penyuluh Terfavorit tidak diraih secara instan. Penghargaan tersebut merupakan akumulasi dari rekam jejak pengabdian, inovasi program, serta kedekatan dengan masyarakat yang selama ini dibangun oleh Syayida.

Sebagai Penyuluh Agama Islam KUA Sumbersuko, ia dikenal aktif menginisiasi berbagai gerakan kolaboratif yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Mulai dari pembinaan majelis taklim, program parenting education, bimbingan remaja usia nikah, pemberdayaan keluarga, hingga kegiatan lintas sektoral bersama berbagai organisasi dan lembaga.

Jejaring kolaborasinya melibatkan banyak elemen masyarakat, di antaranya Fatayat, Muslimat, Pagar Nusa, PKH, KKRA-IGRA, KKMI, KKMTS, IGTKI, HIMPAUDI, PLKB, PKK, hingga berbagai komunitas sosial dan kepemudaan lainnya.

Foto bersama Kasi Bimas Islam dan Kepala KUA Sumbersuko

Tak heran, dalam polling yang diselenggarakan Panitia Harlah IPARI Kabupaten Lumajang, nama Syayida berhasil meraih dukungan tertinggi dan menempati posisi teratas, mengungguli para kandidat lainnya.

“Dikenal Karena Karya, Bukan Sekadar Nama”

Bagi banyak kalangan, julukan “Ibuk’e Macan Ternak” bukan sekadar sapaan populer. Julukan tersebut menjadi simbol kedekatan Syayida dengan para ibu muda dan wali murid yang selama ini menjadi sasaran berbagai program edukasi keluarga yang digagasnya.

Melalui pendekatan yang komunikatif, humanis, dan inspiratif, ia berhasil menghadirkan wajah penyuluhan agama yang lebih dekat, relevan, dan solutif bagi masyarakat.

Baca juga: Ketua DPRD Lumajang Hadiri Musyawarah Adat Tengger, Perkuat Pengakuan dan Kepastian Hukum Masyarakat Adat

Salah satu program yang paling dikenal adalah Kelas Orang Tua Hebat dan Parenting Education, yang kini mulai menjadi inspirasi bagi berbagai lembaga pendidikan di Kabupaten Lumajang.

KUA Sumbersuko: Favorit Karena Inovasi dan Kolaborasi

Keberhasilan Syayida seolah melengkapi prestasi KUA Sumbersuko yang juga dinobatkan sebagai KUA Terfavorit Tahun 2026.

Predikat ini menjadi pengakuan atas berbagai inovasi, pelayanan, dan program kolaboratif yang selama ini dikembangkan KUA Sumbersuko dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Pada kesempatan yang sama, panitia juga mengumumkan pemenang Lomba Gerakan Ekoteologi tingkat Kabupaten Lumajang. Juara pertama diraih oleh KUA Tempeh, disusul KUA Pasirian dan KUA Kunir.

Namun demikian, penghargaan KUA Terfavorit yang diraih Sumbersuko menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah KUA tidak hanya diukur dari program, tetapi juga dari kedekatan, manfaat, dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Penyerahan penghargaan KUA Sumbersuko Favorit di Lumajang

Baca juga: Menantu Hajar Mertua di Sumberejo, Polres Lumajang Tetapkan 2 Tersangka

Menjadi Cambuk Semangat Pengabdian

Usai menerima penghargaan, Syayida menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan amanah dan motivasi untuk terus berkarya dan menguatkan peran penyuluh agama di tengah masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan. Penghargaan ini menjadi cambuk semangat bagi kami untuk terus berkarya, memperkuat kolaborasi, dan menghadirkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Semoga kehadiran penyuluh semakin dikenal bukan hanya karena namanya, tetapi karena karya dan dampak nyatanya," ungkapnya.

Momentum Harlah IPARI ke-3 tahun ini pun menjadi catatan istimewa bagi Kecamatan Sumbersuko. Pasalnya, untuk pertama kalinya dalam satu momentum yang sama, Penyuluh Agama Islam KUA Sumbersuko dan KUA Sumbersuko sama-sama dinobatkan sebagai yang TERFAVORIT tahun 2026.

Sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kolaborasi, dedikasi, dan pengabdian yang konsisten akan selalu menemukan jalannya menuju apresiasi.(Red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru