Jatiroto

Polisi Turun ke Kebun, Tebu NXI-4T Dibidik untuk Ketahanan Produksi Gula di Lumajang

Reporter : Indana Zulfa
Polsek Jatiroto Kawal Tebu NXI-4T, Produktivitas Capai 91,1 Ton per Hektare

Lumajang – Tebu bukan sekadar tanaman perkebunan. Di balik batangnya tersimpan mata rantai produksi gula yang berkaitan dengan ketahanan pangan sekaligus perekonomian masyarakat. Karena itu, pengembangan varietas tebu menjadi perhatian, termasuk di wilayah Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Dokter Muter Hadir di Klanting, Layanan Kesehatan Didekatkan ke Warga Desa

Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi turun langsung memantau pembibitan tebu jenis NXI-4T di Puslit Sukosari SGN PG Jatiroto, Selasa (15/9/2026). Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga keberlanjutan sektor produksi gula.

 

Didampingi Briptu R Agung, Imam berdialog dengan pihak Puslit Sukosari untuk melihat perkembangan pembibitan dan mengetahui karakteristik varietas tebu yang dikembangkan di lokasi penelitian tersebut.

 

Dalam penjelasan pihak Puslit Sukosari yang diwakili Neni dan Yeti, tebu NXI-4T memiliki potensi produktivitas yang cukup tinggi. Pada masa Plant Cane, produktivitasnya disebut mencapai sekitar 91,1 ton per hektare, dengan rendemen sekitar 8,45 persen dan hablur gula sekitar 7,77 ton per hektare.

 

Angka tersebut menjadi salah satu data yang dicermati dalam pengembangan varietas tebu di Puslit Sukosari SGN PG Jatiroto.

 

Tak hanya soal produktivitas. NXI-4T juga memiliki karakteristik yang menjadi perhatian, yakni sifat toleran terhadap kekeringan. Karakter ini dinilai penting di tengah kondisi pertanian yang sangat dipengaruhi ketersediaan air.

 

Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui secara langsung perkembangan komoditas tebu sekaligus membangun komunikasi dengan pihak yang terlibat dalam pengembangannya.

 

 “Kami turun langsung untuk melihat proses pembibitan dan berdialog dengan pihak Puslit Sukosari mengenai pengembangan tanaman tebu. Ini bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan,” kata Imam.

 

Menurut Imam, informasi mengenai varietas yang memiliki toleransi terhadap kekeringan menjadi penting bagi sektor pertanian. Ketersediaan air merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman.

 

“Informasi mengenai varietas yang toleran terhadap kekeringan ini penting, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca dan ketersediaan air yang dapat memengaruhi pertanian. Yang terpenting adalah bagaimana pengembangan tanaman tersebut dapat terus dilakukan secara baik,” ujarnya.

Baca juga: Empat Duta Lumajang Bawa Semangat Al-Qur’an ke Panggung Nasional

 

Bagi Jatiroto, pengembangan tebu memiliki arti strategis. Kecamatan ini dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas perkebunan dan industri gula.

 

Imam menilai ketahanan pangan tidak semata-mata berbicara mengenai komoditas seperti beras dan jagung. Tebu juga memiliki kaitan dengan keberlanjutan produksi gula dan ketahanan ekonomi di sektor pertanian.

 

Karena itu, komunikasi antara kepolisian, perusahaan, petani dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kegiatan produksi tetap berjalan kondusif.

 

“Kami ingin membangun komunikasi dengan seluruh pihak yang terlibat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan di lapangan bisa diketahui lebih awal dan dicarikan solusi bersama,” katanya.

 

Baca juga: Buru Begal dan Maling, Patroli Presisi Polres Lumajang Sisir Jalan Sepi Tengah Malam

Dalam kunjungan tersebut, jajaran Polsek Jatiroto juga berdialog dengan karyawan SGN PG Jatiroto mengenai keberlanjutan produksi gula.

 

Imam menegaskan, pengembangan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, perusahaan, petani, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya memiliki peran dalam menjaga produktivitas sekaligus keberlanjutan sektor tersebut.

 

“Kami berharap pengembangan tanaman tebu dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi sektor pertanian maupun produksi gula. Polsek Jatiroto siap mendukung melalui komunikasi dan pendampingan di lapangan,” ujarnya.

 

Pemantauan pembibitan tebu NXI-4T sekaligus menjadi cara kepolisian membaca perkembangan sektor pertanian dari dekat. Bukan hanya menjaga keamanan, polisi ikut membangun komunikasi dengan pelaku usaha dan masyarakat agar aktivitas produksi berjalan berkesinambungan.

 

Di tengah kebutuhan menjaga pasokan gula, pengembangan varietas tebu dengan produktivitas dan toleransi terhadap kekeringan menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat mata rantai produksi gula di Lumajang (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru