Lumajang – Dari ruang-ruang pembinaan di Lumajang, empat putra-putri daerah melangkah menuju panggung nasional. Bukan sekadar membawa nama daerah, mereka membawa hasil dari proses panjang belajar, berlatih, dan mendalami Al-Qur’an.
Baca juga: Dokter Muter Hadir di Klanting, Layanan Kesehatan Didekatkan ke Warga Desa
Faruq Syarifuddin Baihaqi, Alyajazilaturrochmah, Bahirus Syiheb, dan Ahmad Syaifuddin Amin menjadi bagian dari Kafilah Jawa Timur dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah.
MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026. Keikutsertaan empat duta Lumajang tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembinaan kemampuan Al-Qur’an di daerah yang kini berlanjut ke panggung nasional.
Di tengah ketatnya kompetisi yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mereka membawa bekal yang tidak lahir dalam semalam. Kemampuan membaca, melantunkan, maupun mendalami Al-Qur’an dibentuk melalui proses pembelajaran dan latihan yang berkelanjutan.
Bagi Lumajang, keikutsertaan mereka bukan hanya perkara hasil perlombaan. Ada pesan yang lebih panjang: bagaimana prestasi dan pengalaman di tingkat nasional dapat menjadi pemantik bagi generasi muda lainnya untuk mengenal dan mencintai Al-Qur’an.
MTQ Nasional XXXI 2026 mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.” Tema tersebut menempatkan Al-Qur’an tidak semata sebagai objek perlombaan, tetapi juga sebagai sumber nilai dalam kehidupan.
Ketua LPTQ Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan empat duta tersebut. Menurutnya, keberangkatan mereka ke tingkat nasional menjadi kebanggaan sekaligus bagian dari proses pembinaan yang perlu terus dilanjutkan.
Baca juga: Polisi Turun ke Kebun, Tebu NXI-4T Dibidik untuk Ketahanan Produksi Gula di Lumajang
“Keikutsertaan empat duta Lumajang di tingkat nasional tentu menjadi kebanggaan bagi daerah. Yang lebih penting, semoga pengalaman mereka dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak dan generasi muda lainnya untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an dan terus mengembangkan kemampuannya.”
Bagi keempatnya, panggung MTQ nasional menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus memperluas pengalaman. Mereka berhadapan dengan peserta dari berbagai penjuru Indonesia yang sama-sama datang membawa kemampuan dan hasil pembinaan dari daerah masing-masing.
Namun, perjalanan tersebut tidak berhenti pada kompetisi. Setiap pengalaman yang diperoleh di Semarang dapat menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan di bidang Al-Qur’an, tetapi juga memiliki ketekunan, disiplin, dan keberanian untuk tampil di ruang yang lebih luas.
Baca juga: Buru Begal dan Maling, Patroli Presisi Polres Lumajang Sisir Jalan Sepi Tengah Malam
Masyarakat Lumajang pun dapat mengikuti perkembangan hasil penilaian MTQ Nasional XXXI 2026 melalui sistem informasi resmi Kementerian Agama pada laman hasil MTQ Jawa Tengah 2026.
Keikutsertaan Faruq, Alyajazilaturrochmah, Bahirus, dan Ahmad Syaifuddin pada akhirnya menjadi cerita tentang perjalanan dari daerah menuju panggung nasional.
Dari Lumajang menuju Semarang, mereka membawa satu hal yang jauh lebih panjang dari sekadar perlombaan: semangat untuk terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an melalui proses belajar, latihan, ketekunan, dan pengabdian (Red).
Editor : Redaksi