Jakarta(lumajangsatu.com) - Praktik jual-beli ijazah palsu tidak hanya bisa menjerat pelaku pembuatan. Namun, polisi memastikan si pemesan ijazah palsu tersebut juga bisa dikenakan pidana.
"Bisa dikenakan pidana, apabila yang bersangkutan (pembeli) menggunakan ijazah palsu tersebut untuk menghasilkan uang atau kepentingan untuk dirinya sendiri," kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry Heryawan kepada detikcom, Kamis (4/6/2015).
Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029
Herry mencontohkan, seseorang membeli ijazah palsu tersebut untuk melamar pekerjaan di suatu perusahaan.
"Jika pelamar tersebut lolos bekerja di perusahaan dengan ijazah palsunya itu, kemudian mendapatkan gaji, bisa dikenakan pidana," imbuhnya.
Si pengguna ini, lanjut Herry, terancam pidana Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP.
Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP
Seperti diberitakan sebelumnya, tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pemalsuan ijazah yang berpraktik di Jl Salemba Raya, Pramuka, Jakarta Pusat. Tersangka Alex yang beroperasi selama 1 tahun telah memproduksi hingga 500-an ijazah palsu dari universitas terkemuka.(dtc/red)
Editor : Redaksi