Lumajang(lumajangsatu.com) - Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di sepanjang trotoar pertokoan Jl. Panglima Sudirman mencari rejeki diganggu ole petugas Satpol PP, Minggu(28/06) malam. Padahal, para PKL mencari rejeki di tengah lesunya perekonomian Indonesia.
"Kok ya teganya, main tertibkan dibulan Ramadhan, lha wong saya tak ganggu orang membeli pakaian di mentari," ujar Adis, pedang balon di depan Toko Mentari.
Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang
"Aduh mas, tutup dandang bakpo saya dibawa sama satpol PP, bulan ramadhan kok tega amat," ujar penjual Bakpao.
Aksi satpol PP yang sok tegas di Bulan ramadhan amat disayangkan, karena dihari-hari biasa tidak ada penertiban. "Kok bulan puasa aja satpol tegas," ujar pedangang lainya.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Para pedagang mengaku sangat malu dengan sikap Satpol PP dengan Bupati yang sosok kyai. Seharusnya bupati di Bulan Ramadhan, tidak menggunakan satpol PP dalam menghalangan orang mencari nafkah.
"Saya yakin pak Bupati gak tahu, ulah anggota satpol PP yang kebablasan di Bulan Ramadhan," paparnya.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
PKL di Jalan Panglima Sudirman berharap Satpol PP juga menindak tegas soal pasir Illegal, Tower Bodong, Toko yang tidak punya lahan parkir. "Aneh, teganya sama pedagang kecil, sama pedagang besar pol PP tumpul," ujar Sahri, PKL.(ls/red)
Editor : Redaksi