Lumajang(lumajangsatu.com) - Jalan Dr. Soetomo kota Lumajang benar-benar ramai dan menegangkan. Pasalnya, ada karyawan Toko Bangunan "Wijaya Baru" yang tersengat listrik saat memperbaiki atap talang air, Kamis(15/7) siang.
Kejadian yang menghebohkan itu, karena korban yang tersentrum listrik masih bertahan hidup saat tenaga berkekuatan 220 Volt menyerang tubuhnya. Korban bergelantungan dan meminta tolong pada rekan kerja dan warga.
Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang
Aparat keamanan kepolisian, TNI, BPBD, Dishub dan Petugas Pemadam kebakaran bahu membahu menolong korban. Bahkan, aparat meminta PLN untuk memadamkan listrik di seputaran kota Lumajang.
Korban yang sudah gosong, sempat kesulitan untuk dievakuasi dari atap ke bawah. Dikarenakan kondisi tubuhnya gosong dengan kulit mudah mengelupas.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Minimnya perlatan evakuasi korban kesetrum, akhirnya petugas gabungan menggunakan tali tambang diikatkan ke tangan dan tubuh korban. Terikan warga yang mengetahui kondisi korban semakin ramai. "Aduhhh....gosong wes," teriak warga.
"Awas...ati-ati wonge sek uripe," ujar warga lainya.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Heri Sugiono mengatakan, proses evakuasi memang memakan waktu lebih dari satu jam. Karena kondisi korban yang gosong dan peralatan evakuasi belum memadai. "Alhamdulillah berkat usaha keras, korban dibawah ke rumah sakit untuk dirawat,"jelasnya.(ls/red)
Editor : Redaksi