Ketua DPRD Sebut Tambang Pasir Ilegal Kejahatan Paling Besar di Lumajang

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Ketua DPRD Lumajang Agus Wicaksono S.Sos menyebut pencurian di Lumajang bukan maling sapi atau sepeda motor. Pencurian kekayaan alam berupa pasir Lumajang paling besar dan sangat merugikan warga Lumajang.

"Kita seperti ayam mati di lumbung padi, pencurian pasir saya bilang sebagai aksi pencurian besar, bukan maling sapi atau sepeda motor," ujar Agus kepada lumajangsatu.com, Selasa (28/07/2015).

Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal

Ketua DPRD meminta kepada aparat penegak hukum agar menindak tegas para pengusaha pasir ilegal yang sudah jelas-jelas mengambil kekayaan alam Lumajang. Kerusakan alam dan infrastruktur juga disumbangkan oleh para pengusaha pasir yang tidak memiliki ijin itu.

Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026

"Sudah tidak benar, bibir pantai ditambang, kita minta pihak penegak hukum mengambil tindakan agar kekayaan alam Lumajang bisa diselematkan," terangnya.

Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro

Agus menyebut rekomendasi pansus pasir oleh DPRD Lumajang masih disampaikan kepada Pemkab Lumajang saja. Jika tidak ada tindak lanjut yang jelas, maka rekomendasi pansus pasir dari DPRD juga akan disampaikan kepada kepolisian dan kejaksaan.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru