Kasus Penilepan Dana Simpan-Pinjam PNPM Mandiri Rowokangkung, Kejaksaan Mintai Keterangan Saksi

lumajangsatu.com

Lumajang(lumajangsatu.com) - Kasus penyelewenngan penggunaan dana PNPM Mandiri di Kecamatan Rowokangkung mulai diselidiki oleh Tim Kejaksaan Tinggi Lumajang. Sebanyak 10 saksi dimintai keterangan di kantor korps baju coklat itu.

Sumber di kejaksaan, Senin(07/9) siang, pemanggilan para saksi-saksi yang menjalankan dana simpan pinjam untuk dimintai keterangan soal aliran dana. Pasalnya, dana yang ditilep oleh salah satu oknum pengurus PNPM Mandiri mencapai ratusan juta.

Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029

"Saya itu, diberi 14 juta untuk menjalankan simpan pinjam, ternyata oleh pengurus yang namanya Lestari dilaporanya sebesar 24 juta, yang 10 juta saya tidak tahu," ungkap salah satu saksi yang namanya enggan disebutkan.

Baca juga: Charles Meikyansah Dorong Pelibatan Guru Ngaji dalam Menyukseskan Program Keluarga Berencana dan Pencegahan Stunting

"Saya sering kirim setoran, tapi jarang diberi kwintasi, oleh Lestari pengurus PNPM," ungkapnya.

Para saksi yang dipanggil oleh kejaksaan mengaku tidak tahu menahu soal ada penilepan dana simpan pinjam oleh oknum UPK PNPM Mandiri Rowokangkung. "Ngene iki wes, awak dewe gak melu-melu, malah wira-wiri Lumajang-Rowokangkung," ungkap salah satu saksi dari Dawuhan Wetan.

Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP

Sementara, Kasipidsus Kejaksaan Negeri Lumajang yang baru, Hamidi belum bisa dikonfirmasi. Lantaran masih banyak melakukan penyelidikan dan penyidikan atas tunggakan kasus dugaan korupsi.(ls/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru