Lumajang (lumajangsatu.com) - Informasi sejumlah kelompok di unit pelaksana kecamatan (UPK) PNPM Rowokangkung diperiksa oleh Kejaksaan Negeri Lumajang membuat kaget Komisi B DPRD. Solikin, ketua Komisi B DPRD Lumajang lansung menelpon Samsul, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Lumajang.
"Kalau sudah tidak bisa dibina, maka kita akan memberikan rekomendasi kepada Kejaksaan agar oknum-oknum PNPM yang bermasalah ditindak secara hukum," ungkap Solikin ketua Komisi B DPRD kepada lumajangsatu.com, Senin (14/09/2015).
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
Solikin juga mendengar bahwa mantan ketua UPK PNPM Rowokangkung yakni Lestasi ngemplang dana PNPM sekitar 200 juta rupiah. Dana PNPM berupa pinjaman bukan untuk dihabiskan melaikan dikelola dan dikembangkan untuk membantu perekonomian.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
"Sebagian juga ada yang macet di oknum kelompok, padahal juga banyak kelompok yang rutin melakukan setoran dan akhirnya mendapatkan imbasnya tidak bisa meminjam lagi," terangnya.
DPM seharusnya bisa berkaca kepada PNPM Randuagung dan Jatiroto yang sudah bermasalah. Pengawasan harus ketat agar tidak sampai terjadi penyelewengan yang akan merugikan uang negara.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
"Randuagung dan Jatiroto sudah bermasalah, seharusnya DPM antisipasi jangan sampai terjadi lagi hal yang sama di Kecamatan lain," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi