Lumajang(lumajangsatu.com) - Polres Lumajang tetap menyiagakan puluhan personilnya di Desa Selok Awar-Awar Kecamatan Pasirian usai terjadi aksi pembunuhan terhadap warga tolak tambang pesisir pantai watu pecak, Sabtu(26/9).
Kasubag Humas Polres Lumajang, Ipda Gatot Budi S mengatakan, saat ini, puluhan personil baik dari Shabara, Jajaran Polsekm, Intel dan Reskrim tetap disiagakan untuk kondusifitas wilayah. "Anggota masih banyak disana untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga Selok," jelasnya.
Baca juga: Dukungan Penuh Penegakan Perda, DPRD Lumajang Ikuti Pemusnahan 3 Miras Botol Miras Ilegal
Kapolres Lumajang, AKBP Fadly Munzir Ismail pegang kendali komando untuk menjaga kamtibmas di wilayah Desa Selok Awar-awar dan Pasirian sekitarnya. "Bapak tadi turun langsung untuk menjaga kondusifitas wilayah," paparnya.
Baca juga: Pemerintah Tanggapi Catatan Fraksi, DPRD Lumajang Lanjutkan Pembahasan P-APBD 2026
Tambang pasir di Lumajang memang sebuah berkah bagi masyarakat. Namun, dalam perjalanan waktu, pasir Lumajang bukan hanya berkah tapi petaka.
Baca juga: DPRD Lumajang Siap Kawal Pembangunan: H. Sudi Hadiri Pembukaan TMMD Ke-129 di Desa Ledoktempuro
Pasalnya, banyak fasilitas umum yang rusak seperti jalan dan lingkungan. Kerusakan lingkungan menjadi perhatian para aktivis di Lumajang.(ls/red)
Editor : Redaksi