Lumajang(lumajangsatu.com) - Aktivisi ADIL usai berunjuk rasa di Mapolres Lumajang langsung menuju ke Kantor Bupati. Aktivis dari perwakilian organisasi mahasiswa, pemuda dan masyarakat mendesak, Bupati untuk menutup tambang pasir di Lumajang, dikarenakan sudah menjadi petaka bagi rakyatnya.
Aktivis mengelar teaterikal dan pembacaa puisi didepan kantor Pemerintah itu. Kemudian, As'at Malik, selaku Bupati Lumajang didampingi pejabat pemkab menemui Bupati.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
"Saya mengutuk aksi tidak berperikemanusiaan di Seloak Awar-awar," ujar As'at Malik dihadapan aktivis.
Baca juga: Komisi D DPRD Lumajang Dorong Percepatan UHC Melalui Penguatan Data dan Sinergi Lintas Sektor
As'at bersama Forkompinda sudah sepakat dalam menutup tambang pasir di Lumajang. Sedangkan proses hukum soal aksi biadab menunggu proses penyelidikan dan penyidikan dari Kepolisian.
Baca juga: DPRD Lumajang Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 54 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap
"Dukungan teman-teman aktivis sangat kami harapkan di kasus ini," tegasnya.(ls/yd/red)
Editor : Redaksi