Lumajang (lumajangsatu.com) - Peristiwa pencabulan oknum guru SD Negeri 3 Curahpetung Kecamatan Kedungjajang amat disayangkan Komisi D DPRD Lumajang. DPRD mempertanyatkan kinerja pengawas yang ada di masing UPT Pendidikan hingga peristiwa memalukan itu bisa terajdi.
"Ini sudah mencoreng citra pendidikan kabuapten Lumajang, padahal kita terus berupaya untuk memperbaiki sistem pendidikan kita," ujar Sugianto Ketua Komisi D PPRD Lumajang, Selasa (27/10/2015).
Baca juga: STIH Jenderal Sudirman Lumajang Gelar Dies Natalis ke-44 dan Wisuda Sarjana 2025
Dalam waktu dekat, Komisi D DPRD akan memanggil dinas pendidikan dan UPT pendidikan. DPRD ingin mendengar sistem pengawasan kepada sekolah dan juga kinerja guru.
Baca juga: MBG Lumajang Pastikan Makanan Aman, Bergizi, dan Transparan
"Kinerja pengawas kita pertanyakan, selama ini sistem pengawasannya seperti apa, itu yang akan kita tanyakan agar pendidikan kita semakin bermoral," jelasnya.
Baca juga: Bupati Lumajang: Pendidikan Anak Usia Dini Harus Tanamkan Nilai Budaya Lokal
DPRD meminta kepada aparat penegak hukum agar memproses pelaku oknum guru cabul dengan hukuman setimpal. Jika terbukti, maka sudah selayaknya guru tersebut diberhentikan tidak hormat dari PNS. "harus ada sanksi tegas agar tidak terulang lagi," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi