Lumajang(lumajangsatu.com) - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Bupati Lumajang, As'at Malik bersama-sama pengurus Nahdlatul Ulama melakukan pertemuan tertutup di Pendopo Kabupaten, Jum'at(06/11) siang. Mereka membahas pemulihan keamanan dan kenyamanan masyarakat pasca pembunuhan Salim Kancil, Penganiayaan Tosan dan Teror Hami aktivis tolak tambang di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian.
Wagub bersama Bupati berharap NU bisa menciptakan kerukunan dimasyarakat Selok Awar-awar dan kembali menata desa untuk pembangunan.
Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029
"Kita berharap NU menjadi penengah dan penyelesaian konflik antara pro kontra pertambangan illegal," ungkap Gus Ipul.
Bupati As'at Malik mengaku, Desa Selok Awar-awar bagian dari semua elemen masyarakat Lumajang yang perlu dijaga kerukunannya. Sehingga, Lumajang bisa lebih baik lagi, kasus sebelumnya tidak menjadi perpecahan melainkan kesatuan.
Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP
"Selok ini milik semua, jadi semua pihak harus bersama-sama menciptakan situasi selok yang kondusif," ungkapnya.(ls/red)
Editor : Redaksi