Lumajang(lumajangsatu.com) - Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan Bupati Lumajang, As'at Malik bersama-sama pengurus Nahdlatul Ulama melakukan pertemuan tertutup di Pendopo Kabupaten, Jum'at(06/11) siang. Mereka membahas pemulihan keamanan dan kenyamanan masyarakat pasca pembunuhan Salim Kancil, Penganiayaan Tosan dan Teror Hami aktivis tolak tambang di Desa Selok Awar-awar Kecamatan Pasirian.
Wagub bersama Bupati berharap NU bisa menciptakan kerukunan dimasyarakat Selok Awar-awar dan kembali menata desa untuk pembangunan.
Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang
"Kita berharap NU menjadi penengah dan penyelesaian konflik antara pro kontra pertambangan illegal," ungkap Gus Ipul.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Bupati As'at Malik mengaku, Desa Selok Awar-awar bagian dari semua elemen masyarakat Lumajang yang perlu dijaga kerukunannya. Sehingga, Lumajang bisa lebih baik lagi, kasus sebelumnya tidak menjadi perpecahan melainkan kesatuan.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
"Selok ini milik semua, jadi semua pihak harus bersama-sama menciptakan situasi selok yang kondusif," ungkapnya.(ls/red)
Editor : Redaksi