Kemarau Panjang, Air Terjun Mengering Warga Gucialit Gelar Sholat Istisqa

lumajangsatu.com

Lumajang (lumajangsatu.com) - Kemarau tahuan 2015 termasuk kemarau terparah dalam beberapa tahuan terakhir. Sejumlah titik mengalami kebakaran dan kekeringan melanda yang mengakibatkan banyak lahan pertanian mengering dan terjadi gagal panen.

Warga Gucilait-Lumajang meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang mebawa berkah dengan menggelar sholat istisqa di lapangan. Sholat istisqa biasa di lakukan umat muslim jika terjadi kemarau panjang.

Baca juga: HUT ke-15, NasDem Lumajang Targetkan Tambah Kursi Legislatif di Pemilu 2029

"Kita berharap hujan yang membawa bekah segera turun, bukan hujan yang membawa bencana, dan kita minta kepada yang maha kuasa agar kemarau ini segera berakhir," ujar Irawan, salah seorang warga kepada lumajangsatu.com, Jum'at (06/11/2015).

Baca juga: Charles Meikyansah Dorong Pelibatan Guru Ngaji dalam Menyukseskan Program Keluarga Berencana dan Pencegahan Stunting

Akibat musim kemarau yang sangat panjang, puluhan air terjun di Gucialit sudah mengering. Kondisi semakin diperparah dengan kodisi hutan di Gucialit yang gundul, sehingga banyak sumber mata air yang menghilang.

Baca juga: Satu Komando, DPC PPP Lumajang Dukung Penuh Hasil Rakornas DPP

"Gucialit yang dulu dikenal kota dingin, kini tidak dingin lagi. Hutan-hutan banyak yang gundul yang berakibat pada keringnya sumber mata air seperti saat ini," pungkasnya.(Yd/red)

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru