Lumajang(lumajangsatu.com) - Rumah 3 Jurnalis Lumajang yang mendapat teror SMS akan dibunuh dengan cara di Bondet (Bom Rakitan). Kapolda Jawa Timur, Irjen Anton Setiadji memerintahan Kapolres Lumajang, AKBP Fadly MUnzir Ismail untuk memberikan keamanan dirumahnya masing-masing dari Satuan Sabhara, Reskrim dan Intelkam.
Kapolda tak ingin kejadian yang menimpa Salim Kancil dan Tosan juga menimpa para insan jurnalis yang menginformasi persoalan kasus tambang.
Baca juga: Kelompok Tani Cipta Jasa Dawuhan Wetan Serahkan Bantuan Korban Erupsi Semeru Lumajang
"Sesuai perintah Kapolres kita, jaga rumah jurnalis yang diancam dibondet," kata Wagimin, anggota Polsek Ranuyoso saat bertugas dirumah Arif JTV.
Arif mengaku dirinya dan keluarga sangat tenang dengan adanya pengamanan dan patroli petugas. Dikarenakan adanya ancam pembunuhan yang disampaikan peneror sempat mengagetkan orang tua dan istrinya.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
"Alhamdulillah, kini dampak psikologis sudah mulai mereda, setelah dijelaskan," ungkapnya.'
Hal yang sama juga disampaikan oleh Abdul Rahman Kompas TV dan Wawan Sugiarto TV one. "Ya, bagi saya sudah biasa, meski saya pernah diancam dibunuh," ungkap Iwan.
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Ancaman pembunuhan terhadap insan jurnalis ditanggapi serius oleh Polda Jawa Timur, setelah Mabes Polri dilapori oleh Redaksi TV-One, Kompas TV, JTV, PWI, AJI dan IJTI.(ls/red)
Editor : Redaksi